Tekno

Akankah Teknologi AI Google “GNome” Jadi Harapan Manusia di Masa Depan?

(Foto : Google DeepMind) 

LiveNews – Baru-baru ini kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh Google Deepmind yaitu, Graph Network for Materials Exploration (GNoME) telah menemukan senyawa kristal baru lebih dari 2,2 Juta. Temuan ini menjadi salah satu sejarah baru di bidang teknologi, dan memiliki potensi untuk meningkatkan produksi elektronik dan jaringan energi seperti baterai, panel surya dan chip komputer secara signifikan. 

Dilansir Google dalam terbitan makalah penelitian terbarunya, para peneliti menggunakan GNoME ini untuk mengidentifikasi 2,2 juta senyawa kristal baru, yang dimana sebanyak 380.000 diantaranya dianggap paling stabil untuk penelitian eksperimental. Akurasi prediksi ini sudah mencakup stabilitas struktur senyawa kristal dan ini menjadi 25 kali lipat lebih banyak dibandingkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. 

Dengan adanya hal tersebut DeepMind akan memfasilitasi kemajauan ini dengan mengambil pendekatan kolaboratif dengan membagikan kumpulan data yang sudah ditemukan kepada komunitas riset melalui Next Gen Materials Project. Data ini akan mencakup seluruh penemuan dan prediksi dari GNoME, serta memberikan para peneliti akses secara gratis untuk melakukan eksplorasi dan eksperimen dengan senyawa kristal baru yang sudah ditemukan.

Baca Juga : Google Punya AI Prediktor Cuaca “GraphCast”, Bisa Prediksi Cuaca Kurang dari Semenit!

GNoME AI Pembuka Jalur Inovasi Teknologi Tak Terbatas 

GnoME secara khusus dibuat sebagai alat pembelajaran mendalam bagi para peneliti untuk meningkatkan proses penemuan secara signifikan dengan memprediksi stabilitas material baru. Dalam menemukan material baru ini tentunya menjadi proses yang panjang dan sulit. Dengan adanya GNoME akan mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan kemampuannya dalam memprediksi struktur senyawa kristal mana yang berkemungkinan besar stabil, sehingga GNoME ini akan mempersingkat waktu dan sumber daya yang sudah digunakan oleh para peneliti. 

Baca Juga:   Resmi, Ini Harga iPhone 15 Series, Jadwal Pre-order & Penjualan Perdana di Indonesia

Di era saat ini, kita sudah tidak asing lagi bagaimana AI ini bisa membantu kita dalam melakukan aktivitas sehari-hari, dan ini menjadi sebuah fakta, bahwa tidak menutup kemungkinan kedepannya peneliti akan mendalami penggunaan senyawa kristal ini untuk membuat sebuah inovasi baru dalam bidang teknologi. Sebelumnya pada Mei 2022, para peneliti dari NYU Abu Dhabi (NYUAD), menemukan beberapa kristal organtik yang secara mekanis sangat kuat, dan ini menunjukan bahwa kristal ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan konversi energi yang efisien serta berkelanjutan untuk teknologi canggih seperti robotika dan elektronik. 

Ekin Dogus Cubuk, selaku imuwan dan peneliti dari DeepMind, menyatakan GNoME ini diharapkan akan bisa meningkatkan subtansial dalam melakukan eksperimen, sintesis otonom dan menjadi sebuah model pembelajaran mesin. Dengan adanya konvergensi AI dan ilmu material yang ditujukan oleh pencapaian DeepMind ini bisa menjadi terobosan baru dalam perkembangan teknologi di dunia saat ini, dan kita harapkan untuk kedepannya para ilmuwan bisa membuat inovasi teknologi seperti penyimpanan energi, pembangkit listrik tenaga surya ramah lingkungan dan tidak menutup kemungkinan adanya mobil terbang di masa mendatang. 

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(nr)

Related Articles

Back to top button