Tekno

Bakti Siapkan Satelit Satria-2 Karena Satria-1 Belum Mampu Bikin RI Merdeka Internet

Foto: 

LiveNews – Satelit Republik Indonesia, Satria-1, telah menjadi langkah maju dalam menyediakan akses internet di berbagai wilayah di Indonesia. Meski demikian, masih ada tantangan konektivitas yang perlu diatasi. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah mempersiapkan Satria-2 sebagai langkah selanjutnya.

Satria-1 memiliki kapasitas sebesar 150 Gbps yang seharusnya dapat mencukupi kebutuhan akses internet untuk 37 ribu fasilitas layanan publik di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Namun, menurut Direktur Utama Bakti Kominfo, Fadhilah Mathar, kapasitas Satria-1 belum mencakup seluruh area layanan publik karena masih ada beberapa wilayah yang tidak terjangkau oleh teknologi saat ini.

Karenanya, Satria-2 sedang dipersiapkan untuk mengatasi kebutuhan tambahan ini. Berbeda dengan Satria-1 yang fokus pada lokasi yang sudah memiliki teknologi teresterial, Satria-2 akan difokuskan pada wilayah-wilayah baru yang belum tercover oleh teknologi fiber optik atau microwave.

Baca juga: Huawei Bikin Internet Satelit Mirip Starlink, Kecepatannya Bikin Melongo!

Meskipun Satria-1 telah diluncurkan pada Juni 2023 dan sedang dalam tahap uji coba untuk dioperasikan pada Januari 2024, Bakti dan perusahaan konsorsium Satelit Nusantara Tiga (SNT) terus bekerja keras untuk memastikan kelancaran operasionalnya.

Saat ini, Bakti Kominfo telah menggarap rancangan Satria-2 dengan kapasitas yang lebih besar, mencapai 300 Gbps. Rencananya, proyek ini akan terbagi menjadi dua satelit, masing-masing dengan kapasitas 150 Gbps.

Kepala Divisi Satelit Bakti Kominfo, Sri Sanggrama Aradea, menjelaskan bahwa untuk mencapai kapasitas 300 Gbps, diperlukan dua satelit yang akan ditempatkan pada dua orbit slot yang berbeda. Proses pengusulan proyek Satria-2 saat ini sedang berjalan di Kementerian Keuangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas).

Baca Juga:   Razer Wolverine V2 Pro, Kontroler Gaming Nirkabel untuk PS5 dan PC

Diharapkan proyek Satria-2 mendapat restu pendanaan sehingga konstruksi dapat dimulai pada tahun 2024. Langkah ini diharapkan dapat lebih memperluas jangkauan akses internet di Indonesia, mengatasi tantangan konektivitas yang masih ada di berbagai wilayah, dan memberikan kemajuan teknologi yang lebih inklusif bagi masyarakat.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

Related Articles

Back to top button