Tekno

Berawal dari Kelumpuhan, Suci Arumsari Bangun Platform Informasi Kesehatan Alodokter

Foto: Wikipedia

LiveNews – Nama Alodokter sudah tak asing lagi di ranah teknologi konsultasi kesehatan. Platform kesehatan digital ini menggaet lebih dari 30 juta pengguna aktif setiap bulannya sejak didirikan pada 2014 lalu. Alodokter mengedepankan penyediaan informasi kesehatan yang akurat, mudah dipahami, dan bisa diakses kapanpun oleh siapapun, serta disusun oleh tim dokter profesional. Layanan mereka pun tak hanya informasi kesehatan saja, tapi lebih luas lagi hingga mencakup fitur chat, janji dengan dokter, e-pharmacy, sampai proteksi kesehatan.

Salah satu sosok di balik kesuksesan platform ini adalah Suci Arumsari, pendiri sekaligus Presiden Direktur Alodokter. Asal muasalnya dalam mendirikan Alodokter pun sudah merupakan sebuah tantangan tersendiri, di mana Suci mengalami kelainan tulang belakang yang mengantarnya pada ide Alodokter.

Suci yang lahir di Jakarta pada 25 Juli 1986 ini tidaklah berasal dari latar belakang pendidikan medis, melainkan bisnis dan perpajakan. Sebelum mendirikan Alodokter, Suci mengenyam karir sebagai produser di salah satu stasiun radio dan televisi swasta di Jakarta. Ia kemudian mengalami kelumpuhan dari perut ke bawah akibat kelainan pada tulang belakang. Suci yang penasaran mengenai kondisinya pun melakukan pencarian lewat Google. Ia mendapati hasil pencariannya sangat beragam, bahkan aneh-aneh. Informasi yang didapat malah membuatnya semakin bingung dan gusar saja.

Mengutip dari Bisnis.com, setelah melihat hasil pencarian dari Google inilah Suci mencetus, “Aku bukan dokter, bagaimana bisa percaya sama informasi-informasi ini. Setelah itu aku tercetus untuk bikin website dulu bekerja sama dengan partnerku Nathanael Faibis membuat website di 2014.”

Baca Juga: Alodokter, Aplikasi Chat dengan Dokter No.1 di Indonesia

Suci dan Nathanael memulai usaha ini dengan membagikan visi dan misi mereka pada beberapa dokter. Pendanaan awal mereka didukung oleh 500 Startups, Golden Gate Ventures, Lim Dershing, dan Pegasus Tech Ventures. Pada masa awal ini, mereka sukses menghimpun tim dokter dan pakar kesehatan yang menyediakan artikel-artikel kesehatan.

Baca Juga:   Konsumsi Internet Meningkat Selama Ramadhan, Ini Medsos yang Paling Banyak Digunakan

Barulah pada 2016, Alodokter berkembang menjadi aplikasi konsultasi dengan dokter. Dalam pengembangan ini, Alodokter bekerjasama dengan lebih banyak lagi dokter umum maupun spesialis sebagai media konsultasi pengguna mereka. Tak tanggung-tanggung, pada tahun itu pula mereka berhadapan dengan perusahaan pesaing yang namanya mirip.

Suci juga ingin, selain memberi diagnosa, Alodokter mampu memberikan resep obat. Namun demikian ia mengakui, membeli obat lewat Alodokter tidak bisa disebut instan. Ini dikarenakan Alodokter mementingkan lebih dulu edukasi untuk penggunanya. Mereka juga harus mengikuti regulasi Kementerian Kesehatan mengenai obat-obatan apa saja yang boleh diperjualbelikan secara online.

Foto: Alodokter

Pada tahun 2017, Alodokter berhasil menempati peringkat keenam dari daftar 10 Startup dengan pendanaan tertinggi di Indonesia. 2 tahun berikutnya, Alodokter mendukung Ikatan Dokter Indonesia (IDI), di mana mereka meluncukan Alomedika yang merupakan platform digital khusus bagi para dokter untuk mendukung media medis secara berkelanjutan.

Pada Mei 2020, dengan tibanya serbuan pandemi COVID-19, Alodokter mendukung Kementerian Kesehatan RI dengan melayani program kesehatan khusus berupa telekonsultasi dokter pribadi bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri. Pada tahun berikutnya, Alodokter bekerjasama dengan kepolisian RI dalam melaksanakan program vaksinasi COVID-19 gratis dari pemerintah. Di masa ini pula mereka semakin gencar memberikan edukasi bagi masyarakat agar senantiasa mengikuti pedoman pemerintah dalam menghadapi pandemi.

Inovasi Suci telah membantu masyarakat Indonesia, tak hanya dari layanan medis, tapi juga memberikan informasi akurat seputar kesehatan.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News

(nar)

Related Articles

Back to top button