Tekno

Cara Manfaatkan Stablecoin yang Harus Kamu Tahu!

Sumber: Freepik

Dalam perkembangan dunia kripto yang seringkali berubah-ubah, mata uang kripto atau cryptocurrency sering dianggap sebagai aset yang sangat fluktuatif. Misalnya harga Bitcoin, Ethereum, dan berbagai cryptocurrency lainnya bisa naik dan turun dengan cepat dalam waktu singkat. Namun, ada sebuah aset yang disebut “stablecoin” yang diciptakan untuk permasalahan volatilitas ini. Dalam artikel ini, akan dibahas apa itu stablecoin, jenis-jenisnya, dan cara memanfaatkannya dalam ekosistem DeFi.

Apa itu Stablecoin?

Sumber: Freepik

Stablecoin adalah bentuk mata uang digital yang nilainya dipatok pada aset “stabil,” misalnya mata uang fiat (seperti dolar Amerika Serikat atau euro) atau komoditas (seperti emas). Stablecoin dirancang untuk memberikan alternatif yang lebih stabil dari permasalahan volatility jika dibandingkan dengan mata uang kripto yang tidak dipatok, misalnya Bitcoin, seperti yang dilansir Coinbase.

Stabilitas merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam dunia keuangan, khususnya dalam perdagangan dan investasi. Ketika menggunakan mata uang digital untuk pembayaran atau sebagai penyimpan nilai, fluktuasi harga yang besar dapat menjadi masalah serius.

Cara Kerja Stablecoin Fiat

Sumber: Freepik

Stablecoin dapat dibagi menjadi empat jenis utama, yaitu yang didukung oleh mata uang fiat, komoditas, mata uang kripto, dan algoritmik. Namun, jenis stablecoin yang paling populer adalah “fiat-backed”, berarti aset digital ini memiliki cadangan dalam mata uang fiat dan diatur oleh lembaga seperti bank tradisional. Singkatnya, dibandingkan dengan tiga jenis lainnya, stablecoin ini sepenuhnya disokong oleh mata uang nyata dan dapat digunakan untuk pembelian online, seperti mata uang kripto lainnya dilansir dari Coindesk.

Lebih lanjut, stablecoin berbeda dari mata uang kripto lainnya karena nilainya terikat pada aset tertentu, seperti dolar. Misalnya, 1 tether (USDT) selalu memiliki nilai $1, walaupun terdapat fluktuasi di pasar. Hal ini menjadikannya pilihan yang lebih stabil untuk pembayaran dibandingkan dengan mata uang kripto lainnya.

Baca Juga:   5 Software Tambang Kripto Terbaik

Untuk mendapatkan stablecoin, seseorang dapat menukar mata uang fiat di bursa kripto. Biasanya, bursa ini menyediakan berbagai metode pembayaran seperti ACH, kartu debit, dan transfer kawat, memungkinkan untuk membeli stablecoin yang dapat disimpan atau kirim ke dompet kripto. Setelah tersimpan dalam dompet kripto, pengguna bebas untuk menukarnya, berdagang, meminjam, atau meminjamkan melalui aplikasi terdesentralisasi.

Jenis-Jenis Stablecoin Fiat

Ada beberapa jenis stablecoin fiat-backed yang berbeda, dengan cara kerja dan sumber nilai yang berbeda. Ini adalah beberapa jenis utamanya seperti yang dikutip dari Coindesk.

  • Tether (USDT): Memiliki kapitalisasi pasar terbesar  di antara stablecoin fiat dan paling likuid digunakan di banyak bursa kripto di seluruh dunia. Menurut Tether, USDT didukung oleh aset dalam cadangan mereka dan secara berkala menerbitkan pengesahan triwulanan yang menunjukkan persentase cadangan berdasarkan kelas aset.
  • Koin USD (USDC): Diluncurkan Centre Consortium, USDC ini populer dan banyak digunakan di berbagai bursa. Cadangan USDC disimpan dalam lembaga keuangan terkemuka di AS dan USDC memberikan transparansi yang memungkinkan lembaga keuangan untuk mempertahankan cadangan fiat mereka. Selain itu, mitra USDC harus secara teratur melaporkan kepemilikan dolar AS mereka.
  • Binance USD (BUSD): Dikembangkan dalam kemitraan antara Binance dan Paxos. BUSD mematuhi kerangka peraturan Departemen Layanan Keuangan negara bagian New York (NYDFS) dan didukung oleh cadangan dalam bentuk uang tunai fiat dan/atau surat berharga AS. Sebelumnya, Paxos menerbitkan BUSD di blockchain Ethereum, namun, setelah tindakan regulasi dari NYDFS, pencetakan BUSD baru oleh Paxos dihentikan.
  • EUROS (EURS): Token digital yang dipatok ke euro dan dikembangkan oleh STASIS. Cadangan EURS disimpan di rekening lembaga mitra dan STATIS menjanjikan transparansi cadangan yang tinggi di situs web mereka
Baca Juga:   Glutamat : Zat Alami yang Membuat Makanan Lebih Enak dan Sehat

Cara Memanfaatkan Stablecoin dalam Ekosistem DeFi

Sumber: Freepik

Stablecoin didesain untuk menjaga stabilitas nilainya terhadap aset tertentu. Keunikan ini menjadikannya alat yang ideal dalam DeFi, yaitu sistem keuangan terdesentralisasi di atas jaringan blockchain tanpa perlu perantara seperti bank atau lembaga keuangan.

Dalam DeFi, siapapun dapat mengakses layanan keuangan (meminjam, meminjamkan, berdagang, dan berinvestasi) tanpa perlu perantara keuangan tradisional. Stablecoin memainkan peran penting dalam memperluas DeFi dan memungkinkan interoperabilitas antara DeFi dan pasar tradisional.

Stablecoin membuka pintu bagi pengguna baru di DeFi, yang memungkinkan bisnis dan individu untuk menggunakan DeFi sambil tetap menjaga dana mereka dalam mata uang dolar dan tidak berinvestasi dengan mata uang kripto tertentu. Nilai stablecoin lebih stabil dibanding dengan mata uang kripto lainnya, yang membuat para pemegang stablecoin tidak merasa khawatir tentang fluktuasi nilai. Dengan begitu, stablecoin sering dijadikan sebagai alat penyimpan nilai.

Selain itu, stablecoin dapat digunakan sebagai pasangan perdagangan untuk mata uang kripto lainnya, memfasilitasi transaksi cepat tanpa perlu menukar ke mata uang fiat terlebih dahulu seperti yang dilansir dari Emurgo.

Kemudian, sebagaimana telah dijelaskan oleh Worldcoin, terdapat beberapa kegunaan lainnya yang dapat dilakukan stablecoin:

  • Mendapatkan Bunga: Dengan meminjamkan stablecoin, pengguna dapat memperoleh bunga. Namun, perlu diingat bahwa layanan staking ini sering kali berisiko dan mungkin tidak diizinkan di beberapa negara – sebaiknya menilai risiko sebelum menggunakan produk tersebut.Transfer Uang dengan
  • Biaya Rendah: Pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya transfer besar saat mengirim uang ke luar negeri. Dengan stablecoin yang beroperasi pada jaringan berbiaya rendah, biaya transaksi dapat kurang dari beberapa sen. Selain itu, stablecoin tidak memerlukan rekening bank untuk mengirim uang ke seluruh dunia.
  • Transfer Internasional: Mengirim uang ke luar negeri dengan stablecoin jadi lebih mudah dan murah. Sebagai contoh, Sebagai contoh, jika seseorang mengirim $200, biayanya mungkin kurang dari $0,10, sementara metode konvensional bisa memakan biaya sekitar $12.
Baca Juga:   Optimalkan Website dan Aplikasi dengan Cloud Server Nevacloud

Stablecoin merupakan alat yang berguna dalam dunia kripto, terutama bagi pemula dan yang sudah terjun terlebih dahulu. Selain itu, dapat mempermudah pengguna untuk melakukan transaksi, berinvestasi, dan berpartisipasi dalam ekosistem DeFi tanpa perlu khawatir tentang fluktuasi harga tiba-tiba yang sering muncul di dunia kripto.

Tentang IDRX dan Nusa

Dokumentasi: NUSA

IDRX merupakan stable token yang memiliki perbandingan 1:1 dengan mata uang Rupiah Indonesia dan dapat dibeli melalui website idrx.co. Nusa dan IDRX bekerjasama untuk menyediakan layanan keuangan yang stabil dan nyaman melalui fitur pinjaman IDRX dengan suku bunga tetap pada pasar pinjaman Nusa. 

Nusa adalah layanan keuangan berbasis kripto dengan misi mengembangkan ekosistem Web 3 yang mudah digunakan dan bermanfaat bagi pengguna. Nusa memiliki berbagai layanan keuangan seperti Lending Market, Swap, Liquidity Provision, Farming, Airdrop, Governance Program, dan NFT Marketplace. Nusa telah memiliki izin resmi dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di bawah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.

Related Articles

Back to top button