Hiburan

Paul McCartney memuji cover Beyonce atas lagu “Blackbird”

Jakarta (LiveNews) – Dalam postingan Instagram McCartney mengatakan bahwa dia merestui Beyonce untuk menyertakan versi lagunya dalam album Cowboy Carter.

“Saya berbicara dengannya melalui FaceTime dan dia mengucapkan terima kasih kepada saya atas lagu tersebut dan membiarkannya merekam. Saya mengatakan bahwa senang rasanya bisa memberinya restu, dan menurut saya dia telah membuat versi yang luar biasa dari lagu tersebut,” tulisnya.

Melansir Hollywood Reporter pada Kamis (4/4) McCartney juga menyatakan bahwa dia sangat senang dengan cover Beyonce, karena itu versi yang luar biasa dan memperkuat pesan hak sipil yang menginspirasinya menulis lagu itu.

Baca juga: Paul McCartney ungkap Johnny Cash sebagai inspirasi Wings

Baca juga: Kesan Paul McCartney saat pertama bertemu John Lennon: “Dia keren”

Selama bertahun-tahun, McCartney telah memberikan berbagai jawaban tentang apa yang menjadi inspirasi lagu itu.

Dalam postingannya tentang lagu Beyonce,  dia mengkonfirmasi bahwa lagu itu terinspirasi oleh Little Rock Nine, sekelompok siswa kulit hitam yang diterima di SMA Little Rock Central yang sebelumnya hanya dihadiri oleh siswa kulit putih, tetapi diblokir masuk dan terus dilecehkan oleh teman sekelas mereka sepanjang tahun itu.

“Ketika saya melihat rekaman di televisi pada awal tahun 60-an tentang gadis-gadis kulit hitam yang ditolak dari sekolah, saya merasa terkejut dan saya tidak percaya bahwa sampai sekarang masih ada tempat-tempat di mana hal seperti ini terjadi,” tulis McCartney.

“Apapun yang bisa dilakukan oleh lagu saya dan versi yang luar biasa dari Beyonce untuk meredakan ketegangan rasial akan menjadi hal yang baik dan membuat saya sangat bangga.”

Dalam sebuah wawancara video dengan GQ pada tahun 2018, dia mendalami pesan hak sipil yang ada dalam pikirannya saat menulis “Blackbird” untuk Album White.

Baca Juga:   SEVENTEEN rilis video spesial untuk penggemar

“Saya sedang duduk di sekitar gitar akustik saya dan saya mendengar tentang masalah-masalah hak sipil yang terjadi pada tahun 60-an di Alabama, Mississippi, khususnya Little Rock,” kenang McCartney saat itu.

“Itu ada di pikiran saya dan saya hanya berpikir, akan sangat bagus jika saya bisa menulis sesuatu yang, jika sampai pada salah satu orang yang mengalami masalah itu, mungkin bisa memberikan sedikit harapan kepada mereka.”

Baca juga: Paul McCartney kembali mainkan lagu The Beatles setelah dua dekade

Baca juga: Paul McCartney umumkan konser tur di Australia

Baca juga: Surat kontrak pembubaran The Beatles akan dilelang

 

Penerjemah: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Zita Meirina
Copyright © LiveNews 2024

Related Articles

Back to top button