Tekno

Siswa SMKN 4 Kupang Sukses Ciptakan Jemuran Pintar Berbasis Internet

Foto: CNN

LiveNews – Dua siswa dari SMKN 4 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Gavrila Asten dan Casandra Temaluru, berhasil menciptakan jemuran berbasis internet.

Inovasi ini telah diakui dan diluncurkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT pada 3 Mei 2024.

“Hari ini adalah hari yang sangat luar biasa karna sebelum saya mendengar kelulusan Di SMKN 4 Kupang Pada Hari Senin Saya Telah menyelesaikan projekt Jemuran Pintar Yang bisa dimonitoring di smartphone dan Pada Pagi Tadi Telah Launching Jemuran Pintar Internet Of Things Oleh Bapak Kadis Pendidikan & Kebudayaan Provinsi NTT DI SMKN 4 Kupang,” Tulis Casandra lewat akun Instagram-nya, @casandra_temaluru02.

Dalam sebuah postingan lain, Casandra menunjukkan cara kerja jemuran pintar tersebut.

Jemuran ini berbentuk persegi panjang dengan sejumlah rangka di sisinya. Menurut Casandra, jemuran pintar ini dapat dikontrol melalui smartphone atau laptop. Jemuran ini dibuat dengan berbagai perangkat seperti microcontroller, dinamo, power supply, dan sensor cahaya. Terdapat area terbuka untuk menjemur pakaian dan koridor untuk melindungi pakaian dari hujan.

Jemuran pintar ini mampu mendeteksi cuaca, baik hujan maupun panas. Misalnya, saat hujan, pakaian yang dijemur akan otomatis masuk ke koridor, sementara saat cuaca panas, pakaian akan kembali ke area jemuran.

Baca juga: Kagum! Rethinkly, Teknologi Revolusioner untuk Jaga Kesehatan Mental Karyawan!

Fakta lain dari Jemuran Pintar

Selain dirancang untuk memudahkan ibu rumah tangga dalam menjemur pakaian, alat ini memanfaatkan akses internet untuk membantu pengguna mengontrol jemurannya.

Fungsi lain dari jemuran berbasis internet ini termasuk mengatur jadwal pengeringan, memantau kondisi cuaca, dan memberikan notifikasi melalui ponsel saat pakaian sudah kering.

Menurut Gavrila, salah satu siswa yang menciptakan inovasi ‘Jemuran Pintar’, pembuatan alat jemuran berbasis internet merupakan pengalaman baru baginya. Siswa kelas 12 jurusan teknologi informasi ini mengungkapkan bahwa ia harus berpikir lebih kritis untuk mendapatkan ide yang baik selama proses pembuatan alat tersebut.

Baca Juga:   Ilmuwan Harvard Sebut Bisa Datangkan Alien ke Bumi Pakai Teknologi AI

“Secara tidak langsung saya dituntut berpikir kritis untuk menyelesaikan ide yang sudah kami mulai. Kami juga menjadi lebih produktif dan tertantang setelah produk ini berhasil kami selesaikan,” ucap Gavrila, dikutip oleh teknologi.id dari Dream.co, Jumat (17/05/2024).

Gavrila dan Casandra mendapat penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, atas inovasi yang mereka hasilkan.

“Saya apresiasi betul karena mereka bisa membangun lingkungan sekolah sebagai tempat bagi anak-anak untuk bertumbuh, berkreasi, dan berinovasi. Kita harus dukung terus potensi-potensi dari setiap siswa,” ujar Ambrosius.

Semi Ndolu, kepala SMKN 4 Kupang, menyatakan bahwa alat tersebut merupakan manifestasi dari kebebasan berpikir dan berkreasi yang diterapkan di sekolah tersebut.

“Ini berfungsi untuk membentuk rasa tanggung jawab sekaligus mengasah kreativitas para siswa. Hasil yang dibuat oleh para siswa sangat bagus dan bermanfaat untuk banyak orang,” imbuh Semi.

Semi juga menambahkan bahwa pengembangan alat jemuran berbasis internet adalah sebuah tantangan yang tidak ringan.

Gavrila dan Casandra melalui tahapan panjang dari riset, merancang prototipe, dan uji coba bertahap.

Meskipun dibimbing oleh guru-guru, menurut Semi, inovasi tersebut akhirnya tercipta berkat ide kreatif dan pemikiran siswa tersebut.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News

(ny)

Related Articles

Back to top button