Tekno

Gugatan Privasi Senilai $5 Miliar, Google Setuju Hapus Data Pencarian Mode Incognito

Foto: Yahoo Finance

LiveNews – Perusahaan internet terbesar di dunia, Google telah menyetujui penghapusan miliaran catatan aktivitas penelusuran pengguna.

Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari penyelesaian gugatan yang menuduh bahwa Google melacak seseorang tanpa sepengetahuan mereka saat menggunakan penelusuran dengan mode pribadi atau Incognito.

“Kami bahagia dapat menyelesaikan gugatan ini, yang kami yakini tidak beralasan,” ujar Jose Castaneda, juru bicara Google.

“Kami tidak pernah mengaitkan data pengguna ketika mereka menggunakan mode penyamaran (Incognito). Kami dengan senang hati akan menghapus data lama yang sama sekali tidak terkait dengan pengguna dan tidak digunakan untuk segala bentuk personalisasi.” imbuhnya.

Google akan menghapus data-data yang dikumpulkannya secara tidak sah, menulis ulang detail pengungkapan data guna memberi tahu pengguna bahwa Google mengumpulkan data penelusuran pribadi, dan menerapkan pengaturan default untuk memblokir cookie pihak ketiga Chrome selama lima tahun ke depan.

Baca Juga: Google Hadirkan Fitur Baru di Gmail : Tulis Email Hanya dengan Suara!

Awal Mula Gugatan

Gugatan dimulai pada tahun 2020, saat sekelompok orang menuduh Google mengumpulkan data pengguna yang menggunakan Chrome dalam mode penelusuran Incognito pada induk perusahaannya yaitu Alphabet Inc.

Meskipun secara fungsi mode tersebut mengizinkan pengguna untuk mematikan pengumpulan data, fitur cookie, analitik, dan alat Google lainnya yang digunakan oleh situs web dapat melacak aktivitas penelusuran internet dan mengambil data mereka.

Pada saat persidangan bulan Desember 2023, Google telah setuju untuk menyelesaikan gugatan. Terungkap bahwa Google gagal dalam upayanya untuk membatalkan tindakan hukum, dengan Hakim Lucy Koh memutuskan pada tahun 2021 perusahaan tidak memberi tahu pengguna secara detail tentang praktik pengumpulan data mereka saat mode Incognito aktif.

Baca Juga:   Kabar Buruk, Pengguna Windows 10 Mungkin Tak Bisa Gunakan WiFi 7

Dilansir dari The Wall Street Journal, meskipun gugatan tersebut tidak mendapatkan status class-action untuk ganti rugi finansial, beberapa pengguna tetap mengajukan gugatan individual. Sekelompok 50 orang mengajukan gugatan terpisah di pengadilan negara bagian California.

Sidang lanjutan yang seharusnya dilaksanakan pada bulan Februari 2024 diundur. Gugatan dari Departemen Kehakiman AS dan koalisi jaksa agung negara bagian yang menuduh perusahaan melanggar peraturan antimonopoli dengan memonopoli iklan digital secara ilegal dijadwalkan pada bulan September dan gugatan serupa dari Texas dan negara bagian lain yang menentang praktik teknologi iklannya dijadwalkan pada bulan Maret 2025.

Cek Berita dan Artikel Lain di Google News.

(kar)

Related Articles

Back to top button