Tekno

Makin Seru, LinkedIn Rilis 3 Game yang Bisa Dimainkan Pengguna!

Sumber: Unsplash.com

LiveNews – LinkedIn, platform jejaring sosial profesional terkemuka, telah melangkah lebih jauh dalam menyediakan pengalaman interaktif bagi penggunanya dengan merilis tiga game puzzle baru: Pinpoint, Queens, dan Crossclimb. 

Langkah ini, yang diumumkan pada Rabu (1/5), menandai ekspansi LinkedIn ke ranah hiburan yang lebih interaktif. Game-game ini, yang dikembangkan oleh tim LinkedIn News, telah tersedia secara global dan gratis untuk semua pengguna melalui situs resmi LinkedIn.

Ketiga game ini dapat diakses melalui menu LinkedIn News dan My Network untuk pengguna desktop, serta tab di My Network untuk versi mobile. Saat pengguna memilih menu game, mereka akan disajikan dengan opsi untuk memilih salah satu dari tiga game yang tersedia, masing-masing dengan deskripsi singkat yang menggambarkan konsep permainannya. 

Penasaran bagaimana cara memainkan tiga game tersebut? Berikut ini selengkapnya gambaran dari masing-masing game yang ada di LinkedIn.

1. Queens

linkedin rilis 3 game
Sumber: Kompas Tekno

Queens merupakan versi unik dari permainan Sudoku tanpa angka. Dalam permainan ini, pengguna harus menempatkan satu “mahkota” di setiap baris, kolom, dan wilayah warna tanpa ada dua mahkota yang bersentuhan, termasuk secara diagonal.

Setelah menyelesaikan permainan, pengguna dapat melihat papan peringkat skor Queens, yang memungkinkan mereka untuk berbagi skor dengan orang lain. Namun, perlu dicatat bahwa afiliasi perusahaan pengguna akan ditampilkan di papan peringkat, menambah dimensi kompetisi yang menarik. 

2. Crossclimb

linkedin rilis 3 game
Sumber: Kompas Tekno

Crossclimb adalah permainan yang menggabungkan trivia dan permainan kata. Pengguna akan diberikan tujuh kolom dengan petunjuk berupa kalimat di setiap kolom. Tugas pengguna adalah menebak kata yang berkaitan dengan petunjuk tersebut.

Setelah kolom diisi, pengguna harus mengurutkan setiap kolom sehingga setiap entri berbeda satu huruf dari entri berikutnya. Konsep ini membutuhkan pemikiran kreatif dan pengetahuan kata yang luas untuk berhasil. 

Baca Juga:   Tahun 2024 BI Terbitkan Rupiah Digital, Apakah Sama dengan Bitcoin & Dompet Digital?

3. Pinpoint

linkedin rilis 3 game
Sumber: Kompas Tekno

Pinpoint adalah permainan asosiasi kata yang menantang. Dalam permainan ini, pengguna akan dihadapkan dengan lima kata yang berbeda dan harus menebak kategori kata-kata tersebut. Jika tebakan pengguna salah, permainan akan memberikan petunjuk dengan mengungkap satu kata.

Petunjuk tambahan akan diberikan seiring berjalannya waktu, sehingga pengguna harus memilih kategori kata dengan sedikit petunjuk yang mungkin. Konsep permainannya mirip dengan game Connections yang dimiliki oleh The New York Times.

LinkedIn tidaklah pertama kali mengimplementasikan game di platformnya. Sebelumnya, Facebook juga pernah memiliki fitur serupa, meskipun pada tahun 2022, mereka menghentikan dukungan untuk aplikasi game mandiri karena penurunan penggunaan.

Namun, keputusan LinkedIn untuk merilis game di platform-nya tidaklah mengejutkan mengingat tantangan yang dihadapi industri konten digital dalam menghasilkan pendapatan dari iklan yang menurun.

Perilisan game ini dapat dilihat sebagai langkah unik bagi LinkedIn untuk menarik pengguna baru dan meningkatkan interaksi dengan pengguna yang sudah ada.

Dengan membangun komunitas yang terlibat secara aktif dalam permainan, LinkedIn berharap dapat mengubah interaksi menjadi kesempatan untuk pengguna menghabiskan lebih banyak waktu di platform dan akhirnya memperoleh pendapatan dari layanan yang mereka tawarkan.

Baca juga: Gunakan LinkedIn untuk Mencari Pekerjaan? Optimalkan Profil Kamu dengan Cara Ini

Sebagai contoh, game-game seperti Wordle dan Connections yang dirilis oleh The New York Times telah menjadi fenomena dengan lebih dari 8 miliar kali dimainkan. The New York Times menawarkan paket langganan yang mencakup akses ke game tersebut bersama dengan konten berita mereka yang lain, menciptakan model bisnis yang berhasil dalam menghadapi tantangan perubahan perilaku pengguna.

Perilisan game ini bukan hanya tentang menghibur pengguna, tetapi juga tentang menciptakan ikatan yang lebih kuat di antara mereka. Dengan adanya fitur seperti papan peringkat, pengguna dapat saling bersaing dan berbagi pencapaian mereka, menciptakan komunitas yang terhubung dan aktif.

Baca Juga:   Tutorial Lengkap Cara Pasang Hyperlink di Microsoft Word & Fungsinya

Selain itu, keberadaan game-game ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengasah keterampilan kognitif mereka, seperti pemecahan masalah, pemikiran kreatif, dan analisis. Ini menjadi nilai tambah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik.

Dengan merilis Pinpoint, Queens, dan Crossclimb, LinkedIn menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan berinovasi, sambil tetap mempertahankan fokus utamanya sebagai platform profesional.

Baca Berita dan Artikel lain di Google News. 

(bmm)

Related Articles

Back to top button