Tekno

Mana Lebih Menguntungkan: Long vs Short Trading

Sumber Foto: Freepik

Kamu mungkin sudah familiar dengan istilah trading crypto yang beberapa tahun terakhir sangat ramai di kalangan trader. Trading crypto sebenarnya hampir serupa dengan trading saham, hanya saja bedanya pada objek transaksi yang berbentuk cryptocurrency.

Dari berbagai strategi trading yang sering digunakan, terdapat dua strategi trading yang sering digunakan secara bergantian yaitu long dan short trading. Kira-kira di antara dua strategi ini, manakah yang paling menguntungkan? 

Pada dasarnya, long trade atau short trade itu mencerminkan dua kemungkinan arah harga yang diperlukan untuk menghasilkan keuntungan. Long trade adalah perdagangan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga aset. Sedangkan short trade adalah peminjaman dan perdagangan yang dirancang untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga aset.

Dalam artikel ini akan dibahas perbedaan long vs short trade, mana yang lebih menguntungkan, dan pemanfaatannya pada platform DeFi.

Perbedaan Long vs Short Trade

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan utama dari kedua strategi ini berkaitan dengan waktu yang diputuskan oleh trader dalam menentukan sikap untuk menjual atau membeli sebuah aset crypto. Selain itu, perbedaan-perbedaan lainnya antara lain:

1. Tindakan yang Dilakukan : Pada long trade, investor atau trader melakukan pembelian dan penjualan aset, sedangkan pada short trade, investor akan meminjam aset yang kemudian akan dijual dan dibeli kembali.

2. Dasar Prediksi : Trader long trade membeli aset dengan prediksi bahwa harga aset akan meningkat suatu saat nanti. Sementara itu, trader short trade bertindak dengan prediksi bahwa harga aset akan turun suatu saat nanti.

3. Cara Kerja : Trader long trade akan mendapat keuntungan secara langsung ketika ia membeli sebuah aset pada harga rendah kemudian menjualnya kembali saat harganya sudah mencapai yang diinginkan. Sedangkan trader short trade akan meminjam aset yang diprediksi akan mengalami penurunan harga dan menjualnya dengan aset lain yang harganya lebih stabil. Ketika harga aset tersebut telah turun, trader akan menggunakan aset yang dimiliki untuk membeli kembali aset yang dipinjam kemudian mengembalikan aset tersebut pada peminjam.

Baca Juga:   Meta Kembali Tiru TikTok, Kini Hadirkan Format Video Layar Penuh untuk Facebook

Manakah Yang Lebih Menguntungkan Long Trade vs Short Trade? 

Sumber Foto: Freepik

Long trade dan short trade digunakan pada kondisi pasar yang berbeda, kedua strategi ini berguna untuk menavigasi sifat aset digital yang sangat fluktuatif dan spekulatif dengan memanfaatkan peluang dalam kondisi pasar bullish dan bearish. Long trade dan short trade bisa menguntungkan asal digunakan di saat yang tepat. 

Trader harus memperhatikan agenda-agenda yang berpotensi mempengaruhi harga pasar atau sentimen komunitas serta memahami analisis fundamental dan teknikal untuk dapat mengetahui sinyal-sinyal terkini terkait aset yang sedang dianalisis. 

Apabila sinyal menunjukkan pasar bullish, trader dapat memanfaatkan posisi long dan sebaliknya pada pasar bearish trader dapat memanfaatkan posisi short. Dengan begitu, trader dapat mendapatkan keuntungan melalui kedua strategi ini dengan menyesuaikan kondisi pasar.

Memanfaatkan DeFi Untuk Long vs Short Trade

Saat ini, perkembangan DeFi sudah sangat luas. Trader bisa melakukan long trade dan short trade tanpa melibatkan satu pihak pusat atau bersifat non-kustodial, yaitu dengan menggunakan platform DeFi yang menyediakan layanan lending & borrowing seperti di Nusa Finance. 

Bila menggunakan strategi long trade pada layanan lending & borrowing, mekanisme yang membedakan adalah trader bisa mendapatkan modal untuk membeli aset menggunakan pinjaman serta harus memperhitungkan keuntungan hasil trading untuk mengembalikan pinjaman.

Pada strategi long trade, trader bisa menjaminkan asetnya dan ditukar dengan aset crypto lain sebagai alat tukar. Trader disarankan meminjam aset jenis stablecoin agar lebih stabil. Selanjutnya, trader bisa membeli aset yang ingin ditradingkan menggunakan stablecoin, dan menunggu hingga harga aset trading naik. Ketika harga aset sudah mencapai atau melampaui batas yang sudah ditetapkan, maka trader bisa menjual kembali asetnya dan mengembalikan stablecoin serta bunganya.

Baca Juga:   Robot Mirip Manusia Buatan China Curi Perhatian di World Robot Conference

Sedangkan, short trading pada dasarnya memang menggunakan sistem peminjaman aset sehingga ideal untuk diterapkan menggunakan layanan lending & borrowing. Mekanisme yang dilakukan hampir sama dengan strategi long trade di atas, yang membedakan hanyalah strategi short trade dilakukan jika trader yakin bahwa harga aset yang dibeli akan mengalami penurunan. 

Tentang Nusa Finance

Dokumentasi: Nusa Finance

Nusa Finance adalah platform Web3 penyedia layanan keuangan terdesentralisasi terlengkap pertama dari Indonesia. Fitur unggulan Nusa adalah pasar pinjaman kripto dimana pengguna dapat meminjamkan, dan menjaminkan aset kripto untuk membantu proses trading. Nusa bertujuan untuk membuat platform Web3 mudah diakses oleh siapa saja.

Kenali Nusa Finance lebih lanjut

Penjelasan lengkap : Docs Nusa finance

Kunjungi website : Nusa Finance

Bergabung di komunitas : Nusa Finance Indonesia 

Referensi 

Dirgantara. H. (2024 Januari 22). Mengenal Ekosistem Protokol Decentralized Perpetual  Trading. Retrieved August 28, 2023 from  https://pintu.co.id/academy/post/ekosistem-decentralized-perpetual-trading

Lyman. C. (2024 Januari 22). Apa itu Long Position vs Short Position di Dunia Saham, Forex,  Dan Cryptocurrency?. Retrieved September 26, 2021 from  https://pintu.co.id/blog/apa-itu-long-position-vs-short-position-di-dunia-saham-forex-dan-cryptocurrency

Rizqia.D. (2024 Januari 22). Mengenal Istilah Long dan Short dalam Trading Cryptocurrency.  Retrieved May 25, 2021 from  https://coinvestasi.com/belajar/istilah-long-dan-shorts-dalam-trading-cryptocurrency

Freepik

Related Articles

Back to top button