Tekno

Pahami Lebih Lanjut Mengenai DeFi dan CeFi, Apa Perbedaanya?

Sumber: Canva

Potensi crypto di sektor finansial tidak lepas dari adanya centralized finance (CeFi) dan decentralized finance (DeFi). CeFi merupakan penyedia jasa keuangan dengan struktur terpusat yang bergantung pada satu otoritas dalam pembuatan keputusan dan pelaksanaan operasionalnya. Sebaliknya, DeFi adalah ekosistem platform keuangan berbasis blockchain yang dapat beroperasi tanpa otoritas pusat. DeFi dan CeFi memiliki kelebihan dan fungsinya masing-masing. Kedua sistem ini tidak dapat dipisahkan dan justru dapat saling melengkapi satu sama lain dengan tujuan memberikan nilai lebih bagi penggunanya.

Apa saja produk CeFi dan DeFi?

  1. Centralized Finance (CeFi)

Sumber: Freepik

Konsep utama CeFi adalah menyediakan layanan investasi mata uang kripto yang mudah dalam segi penggunaan dan keamanannya. Sistem ini bertujuan untuk melakukan perdagangan yang adil dan dikembangkan sedemikian rupa hingga semua aturan disalurkan melalui bursa pusat. Layaknya bank dan institusi keuangan tradisional yang kita kenal selama ini, CeFi memungkinkan pengguna untuk meminjam uang, membeli dan menjual mata uang kripto, dan banyak lagi.

Beberapa fitur yang tersedia pada CeFi adalah:

  • Centralized exchange (CEX)

Centralized exchange (CEX) adalah platform untuk perdagangan dan pertukaran aset kripto yang diatur oleh suatu otoritas terpusat.

  • Konversi mata uang fiat dan mata uang kripto

CeFi terintegrasi dengan lembaga TradFi sehingga bisa  menawarkan transaksi fiat-to-crypto. Pengguna dapat mentransfer fiat dan mendapatkan kripto di bursa terpusat mereka. Demikian pula sebaliknya, mereka dapat mengubah aset kripto mereka kembali menjadi fiat dan menarik dana ke rekening bank.

  • Layanan perdagangan cross-chain

CeFi dapat melakukan transaksi pada banyak rantai. Pengguna dapat dengan mudah mendapatkan manfaat dari mengonversi mata uang melalui penjualan atau pembelian

CeFi dapat memberikan layanan bantuan untuk meningkatkan kepercayaan dan keyakinan pengguna. Para pengguna dapat menghubungi tim melalui email, obrolan langsung, atau telepon. 

  • dan masih banyak lainnya 
Baca Juga:   Hoomy AI Resmi Rilis Teknologi AI Interior Design Pertama di Indonesia

2. Decentralized Finance (DeFi)

Sumber: Freepik

DeFi adalah sistem keuangan terbuka yang dibangun untuk era internet, DeFi merupakan layanan keuangan dengan produk yang dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki koneksi internet. Dengan DeFi, pasar akan selalu terbuka dan tidak ada otoritas terpusat yang dapat membatalkan transaksi atau menolak akses Anda, sehingga dapat menciptakan sistem keuangan yang adil, transparan dan bebas. Jika sebelumnya CeFi bergantung pada suatu otoritas yang bertindak sebagai perantara, dengan DeFi, semua proses transaksi maupun tata kelola atas aset dan platform dapat dikontrol secara penuh oleh para pengguna dan didukung oleh sistem  smart contract. Smart Contract dijalankan pada blockchain yang bersifat immutable atau tidak dapat diubah, sehingga catatan transaksi yang dilakukan para pengguna tidak dapat diubah atau dimanipulasi. Dengan begitu platform DeFi jauh lebih aman.

Beberapa fitur yang tersedia pada DeFi adalah:

  • Decentralized exchange (DEX)

Decentralized exchange (DEX) adalah aplikasi yang memfasilitasi transaksi penukaran satu token dengan token lainnya menggunakan teknologi smart contract.

  • Transaksi keuangan lintas batas

Penggguna DeFi tetap bisa melakukan transaksi terlepas dari lokasi geografisnya. Pengguna dapat bertransaksi secara bebas dengan pengguna lain asalkan terkoneksi dengan internet. 

  • Mengakses stable currency

Stablecoin adalah mata uang yang nilainya dipatok ke suatu aset, seperti fiat, emas, atau mata uang kripto lainnya yang berfungsi untuk menjaga stabilitas harga cryptocurrency. Stablecoin dapat digunakan untuk pembayaran pengiriman uang, platform pinjam meminjam, dan lain-lain

DeFi menyediakan layanan dimana penggunanya bisa melakukan pinjam meminjam aset tanpa bank atau institusi keuangan lainnya. Para pengguna dapat mendepositokan aset kripto untuk mendapat bunga, dan juga meminjam aset kripto lainnya.

Baca Juga:   Google Berhenti Dukung Basic HTML View di Gmail

Mengapa DeFi muncul setelah ada CeFi?

Operasional CeFi yang sangat bergantung dan diatur sepenuhnya oleh otoritas pusat, membuat otoritas pengguna menjadi terbatas serta keputusan bisa saja dibuat satu arah tanpa persetujuan pengguna. DeFi hadir untuk mengatasi kekurangan tersebut. DeFi mengusung konsep desentralisasi di mana sistemnya bergantung pada smart contract tanpa adanya campur tangan pihak tertentu sehingga lebih terbuka untuk digunakan siapa saja, lebih transparan mengenai mekanisme yang dijalankan, serta keamanannya pun tetap terjamin.

Selain itu, platform CeFi juga tidak terbebas dari resiko keamanan ataupun kebangkrutan, contohnya seperti FTX. Hal ini juga menjadi salah satu alasan banyaknya pengguna yang mencoba alternatif lain untuk mengelola keuangan mereka. Walaupun DeFi masih tergolong baru, resiko yang dapat terjadi di CeFi bisa terhindari karena DeFi menggunakan teknologi smart contract dan blockchain. Teknologi ini dapat menciptakan platform yang bersifat permissionless dan trustless, sehingga pengguna dapat mengelola, mengontrol, serta bertanggung jawab atas aset mereka sendiri.

Bagaimana CeFi dan DeFi saling melengkapi? Bagaimana cara memanfaatkannya?

Sumber: Canva

Menurut Cointelegraph, baik CeFi maupun DeFi menawarkan layanan keuangan yang serupa, misalnya pembayaran, pinjam-meminjam, perdagangan, dan masih banyak lainnya. Keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu ingin menyediakan produk dan layanan keuangan berkualitas tinggi kepada pelanggan sekaligus menggerakkan perekonomian dengan cara mempopulerkan kripto yang berfungsi sebagai alternatif dari sistem keuangan tradisional. Keduanya dapat mencapai hal-hal ini dengan cara yang berbeda, namun tidak menutup kemungkinan bahwa keduanya dapat bekerja sama dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Salah satu cara agar CeFi dan DeFi dapat bekerja sama adalah dengan menggabungkan kekuatan kedua platform tersebut. Misalnya, CeFi berperan sebagai pintu gerbang yang menghubungkan antara bank konvensional dan dunia kripto. CeFi menyediakan layanan bagi para investor yang memerlukan pertukaran terpusat seperti Coinbase dan Binance untuk mengubah mata uang fiat mereka menjadi aset digital begitupun sebaliknya. Nantinya aset digital tersebut dapat digunakan pada platform CeFi maupun DeFi.

Baca Juga:   10 Cara Mengembalikan Foto yang Terhapus di HP Android dan iOS

Misalnya, setelah menukarkan fiat menjadi aset kripto, Anda berniat untuk melakukan investasi atau mendapatkan income tambahan. Maka, kamu bisa memanfaatkan aset kripto pada platform DeFi, seperti menyediakan supply untuk layanan pinjam-meminjam atau menyediakan supply pada pool yang tersedia pada platform DeFi. Nantinya Anda dapat menerima keuntungan dalam bentuk bunga yang didapatkan dari setiap transaksi yang dilakukan pada kedua layanan tersebut.

“Baik CeFi maupun DeFi, keduanya memberikan manfaat kepada pengguna karena sebetulnya kedua platform ini saling melengkapi. CeFi dapat berperan sebagai gerbang masuk dalam dunia kripto dan DeFi berperan dalam pengelolaan aset jangka panjang. Dengan teknologi yang dikembangkan pada DeFi dapat membantu masyarakat dalam menanggulangi keterbatasan CeFi sehingga transaksi keuangan yang dilakukan oleh pengguna menjadi lebih efisien” jelas Wildan Ramadhan – CEO Nusa Finance.

Tentang Nusa

Sumber: Nusa

Nusa adalah layanan keuangan berbasis kripto dengan misi mengembangkan ekosistem Web 3 yang mudah digunakan dan bermanfaat bagi pengguna. Nusa memiliki berbagai layanan keuangan seperti Lending Market, Swap, Liquidity Provision, Farming, Airdrop, Governance Program, dan NFT Marketplace. Nusa telah memiliki izin resmi dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di bawah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Akses seluruh layanan Nusa dengan mudah melalui website resmi di Nusa.

Related Articles

Back to top button