Tekno

Sam Altman Kembangkan OpenAI ChatGPT-5, Otak Virtual Bisa Berpikir Seperti Manusia

OpenAI dan ChatGPT

LiveNews – OpenAI menguji coba model kecerdasan buatan alias artifical intelligence (AI) Bernama GPT-4o, dalam nama AI terbaru ini bermakna omni/ “GPT-4o adalah lagkah menunju interaksi manusia-komputer yang jauh lebih alami,”menurut pendapat dari OpenAI melalui laman resminya.OpenAI belum lama ini meluncurkan GPT-4o yang semakin canggih dengan peningkatan utama pada aspek audio, video bahkan analisis data. Namun, jangan terlalu kagum terlebih dahulu lantaran generasi penerusnya tengah dipersiapkan yang digadang-gadang bakal punya kemampuan menyerupai otak manusia.

Gagasan tentang model bertenaga AI yang berfungsi seperti “otak virtual” menunjukan bahwa model ini mungkin lebih baik, lebih cepat dan lebih efisien dalam menangani tugas-tugas dibanding dnegan pendahulunya. Sebelum pengumuman tersebut, ada spekulasi yng menyatakan bahwa OpenAI bersiap untuk meluncurkan GPT-5 atau mesin pencari untuk bersaing dengan Google dan Bing.

Developer dan entrepreneur teknologi Siqi Chen mengklaim OpenAI akan menyelesaikan pelatihan untuk GPT-5 pada akhir tahun ini. Ia mengatakan GPT-5 akan mencapai artificial general intelligence (AGI) yang membuat ChatGPT semakin sulit dibedakan dengan manusia. Begitu kecerdasan buatan mencapai AGI, maka AI akan memiliki kemampuan yang sama seperti manusia dalam memahami konsep dan tugas. Bisa membuat chatting dengan ChatGPT terasa mirip seperti berbicara dengan manusia.

Baca juga: OpenAI Rilis Mesin Pencari Terbaru, Siap Saingi Google!

AGI merupakan level AI lebih tinggi yang tidak terbatas hanya untuk tugas atau fungsi tertentu. Di satu sisi, AGI bisa meningkatkan produktivitas manusia denga mempercepat proses pekerjaan yang membutuhkan AI sehingga manusia tidak perlu melakukan tugas yang sama berulang-ulang.

Dalam wawancara belum lama ini, CEO OpenAI Sam Altman memaparkan seluk-beluk GPT-4 yang baru dirilis dan mengisyaratkan rencana masa depan GPT-5. Altman menjelaskan lanskap kecerdasan buatan yang terus berkembang dan dampak besar yang di timbulkan terhadap interaksi manusia dan bidang pemograman. Ia pun mengatakan kebangkitan kecerdasan buatan (Artifical Intelligence) akan membuat orang mendambakan hubungan antar manusia. Ia yakin bidang pemograman akan menjadi yang paling menjanjikan dalam 12 bulan ke depan.

Baca Juga:   Nokia 105 (2023) Sudah Bisa Dibeli di Indonesia, Harga Cuma Rp 200.000-an

Mengutip Gizchina, Minggu (19/52024), meyakini bahwa GPT-5 dapat berfungsi seperti otak virtual untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas. “Mungkinkah ada model dasar seperti ‘otak virtual” yang mungkin menunjukkan kemampuan “berpikir” yang lebih dalam untuk beberapa kasusnatau kami mungkin menjelajahi modl berbeda, namun pengguna tidak peduli dengan perbedaan di antara model tersebut. Jadi menurut saya kami masih mejajaki cara memasarkan produk ini. ujar Altman.

Pendekatan yang cermat ini menggarisbawahi komitmen OpenAI untuk mendorong batasan kemampuan AI melalui inovasi dan penyempurnaan yan berkelanjutan. Sam Altman juga mengatakan ” telah selamanya mengukuhkan OpenAI sebagai nama defacto ketika ada orang di dunia yang berpikir tentang AI & mengubah setiap kelemahan OpenAI menjadi kekuatan  satu-satunya orang yang dapat membuat Google menari dan ditempatkan dalam posisi yang sangat tidak nyaman.

Selama beberapa bulan terakhir, laporan yang muncul di dunia maya telah memuji model GPT-5 yang “sangat bagus, seperti jauh lebih baik” dibanding dengan model GPT-4 yang “agak memalukan”. CEO OpenAI, Sam Altman, bahkan telah berjanji dengan “tingkat kepastian ilmiah yang tinggi” bahwa GPT-5 akan lebih cerdas.

Sam Altman juga meindikasikan bahwa model baru (GPT-5) mungkin akan mendapatkan nama berbeda/khusus saat diluncurkan. Dia memusatkan hal ini di sekitar kemampuannya yang “unik”, menumpuk bermil-mil di depan GPT-1 hingga GPT-4 yang relatif tradisional.

Apakah ChatGPT-5 nantinya bisa mencapai AGI atau tidak? Teknologi baru ini akan menawarkan upgrage yang signifikan dibandingkan GPT-4. Bukan tidak mungkin GPT-5 bisa mendukung beberapa metode input sekaligus serta memberikan hasil dengan lebih cepat dan akurat. GPT-5 juga mungkin bisa membantu melakukan yang lebih rumit, seperti menulis kode yang lebih baik.

Baca Juga:   Jadi yang Pertama Uji Coba Wi-Fi 7, Kecepatan Internet Telkomsel Bisa Tembus 10 Gbps

OpenAI sendiri baru saja memamerkan GPT-4 sebagai otak baru ChatGPT. Model AI baru ini dijanjikan lebih kreatif dan kolaboratif dibandingkan pendahulunya, serta bisa menyelesaikan masalah sulit dengan akurasi lebih tinggi.  Meskipun belum ada jadwal kapan OpenAI akan meluncurkan model yang lebih pintar dari GPT-4 perusahaan rintisan yang sedang naik daun ini telah membuat langkah signifikan untuk meningkatkan kinerja modelnya.

Baca berita dan artikel lainnya 

(ay)

Related Articles

Back to top button