Tekno

Starlink Bakal Sediakan Layanan Internet di HP? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Foto: Gearmusk

LiveNews – SpaceX bersiap untuk merevolusi konektivitas seluler dengan rencana peluncuran layanan direct-to-cell Starlink yang dijadwalkan hadir pada musim gugur 2024.

Proyek ini memiliki tujuan untuk menjembatani kesenjangan konektivitas di seluruh dunia di mana seringkali ponsel kesulitan mendapatkan jaringan internet di daerah-daerah terpencil. Baru-baru ini proyek tersebut telah masuk dalam pengajuan ke Komisi Komunikasi Federal (FCC).

“Direct to Cell memungkinkan konektivitas di daerah terpencil, membuat pelanggan merasa tenang saat sangat membutuhkan layanan,” tulis laman resmi Starlink.

Layanan direct-to-cellular Starlink dapat digunakan untuk mengirim pesan teks, panggilan suara, dan penjelajahan internet. Namun, SpaceX mengisyaratkan potensi fungsi yang lebih canggih seiring dengan perkembangan teknologi.

Baca Juga: Starlink Indonesia Klaim Sudah Lengkapi Semua Perizinan, Cek Faktanya

Dilansir dari Bisnis Tekno, Starlink menjelaskan bahwa layanan direct-to-cell dapat berfungsi pada ponsel LTE. Pengguna dapat langsung mengarahkan ponsel ke arah langit dan tidak perlu lagi menggunakan perangkat keras atau aplikasi khusus untuk memperoleh koneksi.

Tidak seperti satelit pada umumnya, Starlink direct-to-cell menggunakan antena phased array, yang secara elektronik mengarahkan sinyal radio dengan presisi tinggi, bersama dengan perangkat lunak yang canggih untuk memastikan perpindahan yang mulus antara satelit dan meminimalkan masalah latensi. Hal ini menghasilkan koneksi yang lebih lancar dan dapat lebih bermanfaat bagi pengguna di lokasi-lokasi terpencil.

Satelit tersebut telah diluncurkan pada awal Januari lalu dan berkolaborasi dengan T-Mobile beserta beberapa operator lainnya guna menyediakan internet yang dapat diakses dari manapun.

Baca Juga: SpaceX Sukses Luncurkan Satelit Baru untuk Internet Starlink

Terlepas dari prospek yang menjanjikan, SpaceX telah mengidentifikasi adanya potensi tantangan regulasi yang dapat berdampak pada penyebaran layanan direct-to-cell Starlink. SpaceX juga harus mendapatkan persetujuan dari Komisi Komunikasi Federal (FCC) sebelum dapat meluncurkan layanan Direct-to-Cell secara komersial di Amerika Serikat.

Baca Juga:   6 Cara Mengatasi Inbox Gmail Penuh dan Menumpuk, yang Bisa Kamu Coba !

Kelebihan dan Kekurangan Direct-to-Cell Starlink

Foto: Getty Images

Layanan direct-to-cell Starlink memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diketahui pengguna sebelum mencoba menggunakannya.

Kelebihan yang dirasakan pengguna dari layanan ini antara lain sederhana dan mudah digunakan. Pengguna hanya perlu mengarahkan ponsel langsung ke arah langit untuk terhubung ke satelit. Kita tidak perlu lagi mencari tempat dengan sinyal bagus atau wi-fi umum untuk mengakses internet. Namun sebelum itu, mereka harus berlangganan jaringan T-Mobile atau salah satu operator yang menjadi mitra Starlink direct-to-cell.

Kemudian untuk kekurangan dari layanan ini antara lain kinerja menjadi lambat selama jam sibuk saat berada di daerah dengan banyak pengguna Starlink. Layanan ini juga berpotensi terjadi gangguan sinyal satelit dan jaringan akibat cuaca. Ponsel pengguna juga harus berada di tempat dengan jangkauan langit yang tidak terhalang apapun agar sinyal kuat. Selain itu, cakupan dalam ruangan terbatas sehingga sinyal terlalu lemah untuk menembus bangunan dan kendaraan.

Baca Berita dan Artikel Lainnya di Google News

(kar)

Related Articles

Back to top button