Tekno

Starlink Turunkan Harga Tanpa Batas Waktu, Indikasi Predatory Pricing?

Foto: Techzim

LiveNews – SpaceX kembali menurunkan harga perangkat Starlink. Sebelumnya, perangkat milik perusahaan Elon Musk tersebut memiliki harga 7,8 juta rupiah dan diskon 40% menjadi 4,68 juta rupiah sebagai awal peluncurannya di Indonesia. Namun kini, harga Starlink bukannya kembali ke 7 juta malah turun menjadi 5,9 juta rupiah dan menurut infomasi di situsnya, tak tertera batas waktu untuk harga tersebut. 

Banyak spekulasi bahwa diskon tersebut adalah predatory pricing. Namun, dilansir dari Bisnis.com, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif menilai, jika penurunan harga perangkat Starlink merupakan strategi dalam mencari pasar merupakan hal yang wajar. 

“Kalau memang sifatnya hanya promo saya pikir nggak ada isu, ya. Sama aja mungkin seperti produk lain yang melakukan promo saat launching atau saat hari-hari tertentu,” kata Arif, Selasa (11/6/2024).

Sekretaris Umum APJII Zulfadly Syam sepakat bahwa banyak penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP) menggunakan harga promosi untuk menarik segmen pasar dan merupakan hal yang wajar.

“[Starlink] berpotensi menjadi predator, iya, tetapi dalam konteks saat ini kami masih melihat ini bagian arti sebuah branding dan marketing. Belum bisa dikatakan predator saat ini,” terangnya.

Saat ini turunnya harga perangkat keras Starlink hanya berlaku untuk paket Residensial dan Jelajah, sedangkan perangkat keras paket Kapal masih memiliki harga yang sama. Hal ini juga berlaku ke tarif langganan per bulannya yang masih dibanderol dengan harga mulai 750 ribu rupiah.

Baca Juga: Dibalik Keunggulannya, Starlink Kurang Ideal untuk Dipakai Main Game?

Sementara itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta agar potongan harga perangkat Starlink ini diberlakukan sementara waktu agar tidak menjurus ke predatory pricing yang merugikan industri.

“Potensi adanya predatory pricing, dari sisi praktik di kompetisi tentunya predatory pricing ini butuh proses. Jadi, tidak hanya kita bicara orang jual lebih murah, bukan seperti itu konsepnya. Jadi, orang pelaku usaha yang melakukan predatory pricing ini ada beberapa persyaratan untuk bisa disebut sebagai aksi dari predatory pricing,” tutur anggota KPPU Hilman Punjana.

Baca Juga:   Mengenal Apa Itu DeFi (Keuangan Terdesentralisasi) Bagi Pemula

Sebelumnya, uji coba Starlink Indonesia telah dilakukan Mei lalu di Puskesmas Pembantu (Pustu) Sumerta Kelod Denpasar, Pustu Klungkung Bali, serta Puskesmas Tabarfane di Kepulauan Aru Maluku. Peresmian ini juga dihadiri langsung oleh Elon Musk.

Baca Berita dan Artikel Lainnya di Google News

(kar)

Related Articles

Back to top button