Nasional

Tujuan Maulid Nabi, Tak Hanya Euforiadi Hari Kelahiran Rasulullah SAW

LiveNews – Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia memperingati hari Maulid Nabi. Peringatan ini tentu saja bukan tanpa tujuan. Akan tetapi mungkin masih banyak yang belum menyadari tujuan Maulid Nabi. 

Salah satu tujuan melaksanakan perayaan Maulid Nabi adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Swt, atas kelahiran Nabi Muhammad saw. Lalu apa lagi tujuan Maulid Nabi itu sebenarnya?

Peringatan Maulid Nabi akan identik dengan kegiatan ibadah, seperti pengajian dan melafalkan doa-doa sholawat Nabi Muhammad. Hal ini karena sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, umat patutnya tambah mendekatkan diri kepada ajaran Islam dan Sang Pencipta.

Selain untuk mensyukuri kelahiran Nabi Muhammad saw, kita juga bisa belajar untuk mengingat kembali sejarah dan ajaran-ajaran yang telah ditinggalkan oleh nabi Muhammad saw.

Baca Juga:Bacaan Doa Maulid Nabi Amalkan pada Momen Kelahiran Rasulullah SAW

Selain itu, juga untuk mengingatkan kita kembali atas sifat-sifat nabi yang patut kita teladani seperti Sidiq, Amanah, Fatonah, dan Tabligh. 

Mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga dapat meningkatkan semangat untuk setia belajar dan mendalami agama Islam. Hal yang lebih penting lagi adalah membuktikan rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad saw dengan cara memuliakan dan mengikuti ajaran-ajarannya. 

Allah Swt berfirman dalam Surat Al A’raf ayat 157, perihak keutamaan memuliakan dan mencintai Nabi Muhammad saw. Firman tersebut berbunyi:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Baca Juga:   Kesedihan Goenawan Mohamad Melihat Sikap Jokowi di Akhir Kepemimpinannya Malah Mirip Soeharto

Artinya: 

Baca Juga:5 Contoh Undangan Maulid Nabi untuk Berbagai Kegiatan

“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung.”

Berdasarkan ayat tersebut secara tersirat tercantumkan tujuan Maulid Nabi yakni membebaskan umat Islam dari pengaruh perbuatan makruf dan mungkar, hingga menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Dengan mengingat, memuliakan, dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw, kita semua bisa menjadi orang-orang yang beruntung. 

Sebab, kita tidak akan berani untuk menghalalkan segala cara sampai merusak lingkungan dan kehidupan orang lain demi kepuasan pribadi. Hati kita akan selalu ingat bahwa Nabi Muhammad saw, mengajarkan kita untuk berbuat jujur dalam berbagai hal. Ia mencontohkan sikap tersebut sebagai seorang pedagang pada masa hidupnya. 

Demikian itu tujuan Maulid Nabi yang lebih dalam dan tidak hanya sekadar euforia saat hari kelahiran Rasulullah SAW. Semoga kita semua mendapatkan berkah atas ketulusan kita mencintai dan mencontoh ajaran-ajaran Nabi Muhammad saw.

Kontributor : Mutaya Saroh

Related Articles

Back to top button