Hiburan

Cerita Fahad Haydra akting di film horor untuk pertama kalinya

Jakarta (LiveNews) – Aktor Indonesia Fahad Haydra menceritakan pengalamannya saat membintangi film horor perdananya yang diadaptasi dari kisah nyata berjudul “Vina: Sebelum 7 Hari” garapan dari Sutradara Anggy Umbara.

“Seru! Karena baru pertama kali main film horor, aku enjoy menjalaninya walaupun jam syutingnya terbalik,” kata Fahad saat ditemui di Wisma LiveNews B, Jakarta Pusat, Rabu.

Fahad pun mengungkap keseruannya saat proses syuting film “Vina: Sebelum 7 Hari” berlangsung. Mulai dari jam syuting yang berbeda dari biasanya (dari malam ke pagi) hingga suasana syuting yang menyenangkan bersama pemain dan tim produksi lainnya.

Baca juga: Dee Company resmi merilis trailer film “Vina: Sebelum 7 Hari”

Baca juga: Aming sebut film horor Indonesia semakin pesat di era digital

“Di lokasi menyenangkan, jadi aku ngejalaninnya juga senang,” katanya.

Bahkan, Fahad merasa dirinya bersama pemain lain dapat berbaur dengan baik, meskipun mereka baru bekerja sama untuk pertama kalinya di film ini.

Blend (berbaur) sendiri,” kata Fahad.

Untuk memerankan karakter Egi dalam film ini, Fahad sempat mengalami sejumlah tantangan, salah satunya dokumentasi karakter yang sulit ditemukan.

Oleh sebab itu, Fahad berusaha memerankan karakter di film ini sesuai arahan dari sutradara dan interpretasinya terhadap geng motor.

“Karakter Egi ini karena dari awal sudah hilang, semua fotonya udah nggak ada jejak,” kata pria berusia 22 tahun itu.

“Aku harus jadi ketua geng motor yang arogan, semena-mena, melakukan semua hal yang menurut dia pantas dilakukan, padahal nggak,” katanya.

Melalui film “Vina: Sebelum 7 Hari”, Fahad berharap masyarakat bisa mendapat pembelajaran baru, terlebih dengan bahayanya pembully-an.

Dia juga berharap ketiga pelaku asli yang terlibat dalam kasus Vina dapat segera tertangkap dan mendapat hukuman seadil-adilnya.

Baca Juga:   Mizan Pictures-Max Pictures gelar gala premier film "Rumah Masa Depan"

“Film ini bukan untuk mengeksploitasi keluarga Vina atau almarhumah itu sendiri, tapi kita mau angkat lagi kasus ini dan ngasih pembelajaran bahwa bully itu berdampak besar,” tutupnya.

Baca juga: Dari komedi Srimulat, Morgan Oey banting setir main film horor

Baca juga: Adriyanto Dewo berharap film horor di Indonesia lebih bervariasi

Baca juga: Nonton film horor, membayar untuk ditakut-takuti

 

Pewarta: Vinny Shoffa Salma
Editor: Zita Meirina
Copyright © LiveNews 2024

Related Articles

Back to top button