Hiburan

FFI beri penghargaan khusus “Pengabdian Seumur Hidup” kepada 2 sosok

Jakarta (LiveNews) – Festival Film Indonesia (FFI) 2023 memberikan penghargaan khusus “Pengabdian Seumur Hidup” kepada dua sosok yang dinilai memiliki peran penting bagi industri perfilman Tanah Air yaitu kepada sinematrogafer M. Soleh Roeslani dan produser Raam Punjabi.

“Tahun ini, ‘Dewan Pengabdian Seumur Hidup untuk Film’ memutuskan memberikan penghargaan kepada dua insan film yang telah berkarya sepanjang hidupnya. Tokoh pertama dikenal lewat kesetiaan pada profesi, sedangkan tokoh kedua dihormati atas kemampuannya melewati dinamika perfilman,” kata Ketua Komite FFI 2021-2023 Reza Rahardian pada gelaran “Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia 2023” di Jakarta, Selasa (14/11).

M. Soleh Roeslani adalah seorang sinematografer yang telah mendapatkan 7 nominasi Piala Citra FFI di antaranya lewat film “Yuyun Pasien Rumah Sakit Jiwa”, “Serangan Fajar”, “Titian Serambut Dibelah Tujuh”, “Joe Turun ke Desa”, “Potret”, dan “Bibir Mer”. Sholeh meraih Piala Citra FFI 1987 lewat film “Kodrat” dan Piala Citra FFI 1991 lewat film “Cinta dalam Sepotong Roti”.

Baca juga: “Women from Rote Island” sabet Skenario Asli Terbaik

“Pada saat saya memegang dan melihat ini, saya rasa terharu. Betapa panjang jalan yang saya lalui, betapa jauh jalan yang saya tempuh untuk menerima hadiah ini. Terima kasih kepada sahabat, rekan, dan mentor saya almarhum Arifin C. Noer dan Chaerul Umam. Semoga jasa-jasa beliau diterima Allah SWT,” ujar Sholeh ketika menerima penghargaan tersebut di atas panggung.

Dalam kesempatan tersebut dia juga sempat memberikan pesan kepada generasi muda industri perfilman Tanah Air agar tetap berkarya dan berjuang.

“Maju terus. Kalian adalah pengganti kami ini. Kalian berjuang lah terus, berkarya terus demi Indonesia yang kita cintai,” tutur dia.

Baca Juga:   Dul Jaelani dan band-nya rilis single baru “Penyihir”

Sedangkan penerima penghargaan “Pengabdian Seumur Hidup” FFI 2023 lainnya yaitu Raam Punjabi dikenal sebagai produser film yang dianggap sukses membawa tren film komedi ketika industri film mengalami kelesuan pada era ’80-an. Raam adalah sosok kelahiran 1944 yang berhasil mengangkat nama trio komedi kala itu yakni Warkop Dono Kasino Indro.

“53 tahun bukanlah waktu yang singkat. Banyak pengalaman yang saya peroleh dan saya orang beruntung bisa mengabdi kepada negeri tercinta ini melalui industri perfilman dan pertelevisian,” kata Raam yang memiliki nama lengkap Raam Jethmal Punjabi.

Dalam pidatonya, Raam mengatakan bahwa selama berkarier banyak piala dan penghargaan yang telah dia terima.

“Dan yang saya tunggu-tunggu, datanglah malam ini. Terima kasih panitia FFI yang menyatukan seluruh pelaku industri film Indonesia dan rasa bangga saya tidak terhingga untuk panitia dan Dewan Juri yang menyeleksi saya untuk menerima penghargaan ini,” kata dia seraya tersenyum.

Selama 17 tahun awal berkarier sebagai produser, Raam Punjabi telah memproduksi lebih dari 100 film, termasuk lewat PT Parkit Film yang dia dirikan pada tahun 1981. Sekitar tahun 1989 ketika perfilman Indonesia mulai memasuki era mati suri, dia tak kehilangan akal dengan beralih ke dunia sinetron seiring dengan munculnya stasiun televisi swasta di Indonesia.

FFI menilai usia tak menghentikan semangat Raam untuk terus berkarya menghadirkan semangat mengembangkan industri perfilman Indonesia. Dirinya dianggap pelopor dalam menghadirkan inovasi dan kreativitas industri perfilman nasional yang semakin meluas ke wilayah Asia dan mendunia.

Baca juga: “Women from Rote Island” jadi Film Cerita Panjang Terbaik FFI

Baca juga: Sha Ine Febriyanti berdebar bawa pulang Piala Citra

Baca Juga:   Film "Nona Manis Sayange" tayang 2 November

Baca juga: Tak kuasa tahan haru, Prilly Latuconsina perdana raih Piala Citra

Pewarta: Ahmad Faishal Adnan
Editor: Maria Rosari Dwi Putri

Related Articles

Back to top button