Tekno

Tips Terhindar dari Exit Liquidity Bagi Investor Crypto

Sumber Foto: Freepik

Saat ini ada banyak sekali mata uang kripto yang tersedia dan diperjual-belikan di luar sana. Selain mata uang kripto populer seperti bitcoin dan ethereum, ada banyak juga mata uang kripto yang memiliki projek menarik dan layak untuk diinvestasikan. Namun, bila kamu adalah investor baru di dunia kripto, ada baiknya kamu mengenal apa itu exit liquidity dan bagaimana cara menghindarinya agar dapat memilih mata uang kripto yang terpercaya. 

1. Apa itu Exit Liquidity?

Pasar kripto bergantung pada likuiditas, yang mengacu pada ketersediaan aset di pasar. Likuiditas tinggi memungkinkan pelaku pasar melakukan transaksi tanpa mempengaruhi harga secara signifikan, sementara saat likuiditas rendah dapat mempengaruhi harga. 

Proyek kripto baru sering menjadi target manipulasi likuiditas oleh investor besar atau “whale”. Mereka meningkatkan likuiditas dengan menciptakan hype pada aset yang mereka miliki, sehingga mendorong investor lain untuk membeli aset atas dasar FOMO (fear of missing out). Saat whale menjual asetnya, harga akan turun, dan pembeli baru akan tertahan dan mungkin akan merugi karena membeli dengan harga tinggi. Peristiwa ini disebut “exit liquidity”. 

“Exit liquidity” merujuk pada kemampuan investor untuk menukarkan atau menjual aset kripto mereka dengan cepat tanpa mengalami penurunan besar dalam nilai atau likuiditasnya.

Dalam banyak kasus, exit liquidity diukur dengan kedalaman pasar atau volume perdagangan yang signifikan di berbagai platform pertukaran kripto. Semakin besar kedalaman pasar dan volume perdagangan, semakin mudah bagi investor untuk keluar dari posisi mereka tanpa mempengaruhi harga secara signifikan.

2. Skenario Exit Liquidity

Sebenarnya terdapat beragam skenario yang membuat seorang investor akhirnya berakhir sebagai exit liquidity. Berikut ini adalah beberapa skenario umum yang sering terjadi:

  1. Initial Offerings

Exit liquidity dapat terjadi saat penggalangan dana yang dilakukan oleh proyek baru kripto. Investor harus melakukan riset mendalam sebelum berpartisipasi dalam proyek tersebut, karena terdapat kemungkinan proyek tersebut merupakan proyek fiktif dan menjual token palsu dalam jumlah besar untuk menarik minat investor awam.

Baca Juga:   Microsoft Uji Coba Sisipkan Iklan di "Start Menu" Windows 11

Proyek palsu yang mengadakan penggalangan dana akan mengumpulkan dana investasi dari investor awam tersebut dan tidak merealisasikan proyek yang ditawarkan sebelumnya. Mereka menjadikan para investor tersebut sebagai penyedia exit liquidity.

2. Pump & Dump 

Skenario satu ini merupakan skenario yang paling umum dan banyak terjadi. Biasanya skenario ini melibatkan sekelompok orang yang berperan sebagai promotor dari suatu proyek, mereka akan melakukan promosi secara besar-besaran hingga proyek dan token mereka menjadi populer dan mendapatkan banyak perhatian dari para investor baru. Sehingga token akan mencapai harga tinggi “pump”.

Setelah harga naik, mereka menjual asetnya dengan harga yang tinggi, untuk mendapatkan keuntungan, dan membuat harga aset itu jatuh “dump”. Jika investor baru membeli aset pada saat puncak harga atau “pump”, dan kemudian menemukan bahwa mereka tidak dapat menjualnya dengan harga yang sama saat mereka ingin keluar dari pasar. Hal ini menyebabkan kerugian bagi investor tersebut dan dapat disebut sebagai “exit liquidity”

3. Rug Pulls

Rug pulls merupakan situasi dimana developer proyek kripto menarik atau mencuri likuiditas dari pasar secara tiba-tiba, setelah mempromosikan proyek tersebut dan mengumpulkan dana dari investor. Hal Ini dapat terjadi melalui penjualan besar-besaran token yang dipegang oleh pengembang atau manipulasi likuiditas di bursa. Akibatnya, harga token jatuh dengan cepat, dan berakhir meninggalkan investor dengan kerugian besar. 

Exit liquidity pada skenario ini merujuk pada kondisi di mana investor yang terjebak dalam “rug pulls” harus menjual aset mereka dengan harga yang jauh lebih rendah dari yang mereka bayar, atau bahkan tidak dapat menjualnya sama sekali karena likuiditas yang telah dihapus dari pasar oleh pengembang atau penipu tersebut.

Baca Juga:   Gandeng Starlink, Telkomsat Sediakan Layanan Enterprise di Indonesia

4. Wash Trading 

Skenario ini merujuk pada praktik manipulatif di pasar kripto yang melibatkan perdagangan palsu atau manipulasi aktivitas perdagangan untuk meningkatkan volume perdagangan dan likuiditas aset kripto tanpa adanya aktivitas perdagangan yang sebenarnya.

Investor yang terjebak dalam praktik wash trading akan kesulitan untuk menjual asetnya karena volume perdagangan yang “diperdagangkan” sebenarnya palsu dan tidak didukung oleh permintaan nyata dari pasar, dan berujung menyebabkan kerugian.

3. Tips Terhindar dari Exit Liquidity

Untuk menghindari kerugian dari exit liquidity di pasar kripto, berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:

  1. DYOR (Do Your Own Riset): Lakukan riset mendalam tentang proyek kripto sebelum berinvestasi. Perhatikan pembaharuan, tim pengembang, roadmap proyek, dan keseluruhan visi dan misi proyek.
  2. Hindari Hype Berlebihan: Hindari terlalu percaya pada hype atau promosi yang berlebihan dari proyek kripto. Jangan takut tertinggal momen atau FOMO sehingga terburu-buru dalam mengambil keputusan berinvestasi.
  3. Gunakan Manajemen Risiko: Tentukan toleransi risiko yang sesuai dengan diri masing-masing, misalnya dengan menentukan target harga untuk mengambil keuntungan ataupun stop loss untuk membatasi kerugian dan laksanakan secara ketat. 
  4. Diversifikasi Portofolio: Berinvestasilah dalam berbagai aset kripto maupun jenis investasi yang berbeda. Ini dapat menekan potensi kerugian yang disebabkan oleh aset investasi tersebut.
  5. Gunakan Platform yang Terpercaya: Gunakan pertukaran kripto yang terpercaya dan bereputasi baik. Pertukaran dengan kebijakan keamanan dan regulasi yang ketat cenderung lebih baik dalam melindungi investor dari praktik manipulatif.
  6. Minta Bantuan Profesional: Jangan ragu untuk meminta masukan dari profesional dalam dunia kripto jika kamu menghadapi kesulitan atau ragu dengan suatu projek. Selain professional trader, alat analisis yang canggih dan komprehensif juga sangat membantu dalam menyusun trading plan yang baik.
Baca Juga:   Itel A70, Smartphone Android Mirip iPhone 15 Pro Max dengan Harga Terjangkau

Tentang Nusa Finance

nusa finance
Dokumentasi: Nusa Finance

Nusa Finance adalah platform Web3 penyedia layanan keuangan terdesentralisasi terlengkap pertama dari Indonesia. Fitur unggulan Nusa adalah pasar pinjaman kripto dimana pengguna dapat meminjamkan, dan menjaminkan aset kripto untuk membantu proses trading. Nusa bertujuan untuk membuat platform Web3 mudah diakses oleh siapa saja.

Kenali Nusa Finance lebih lanjut

Penjelasan lengkap : Docs Nusa Finance

Kunjungi website : Nusa Finance

Bergabung di komunitas : Nusa Finance Indonesia 

Referensi 

Dirgantara. H. (2024 March 12). Biar Terhindar, Yuk Ketahui Apa itu Exit Liquidity.  Retrieved January 5, 2024.  https://pintu.co.id/academy/post/apa-itu-exit-liquidity

Gumelar. G. (2024 March 12). Exit Liquidity dalam Kripto dan Cara Menghindarinya.  Retrieved August 1, 2023.  https://pluang.com/id/blog/news-analysis/exit-liquidity

Related Articles

Back to top button