Tekno

Capai Rp1 Triliun, Laboratorium Kominfo Jadi yang Terbesar se-ASEAN

Foto: Biro Humas Kemenkominfo

LiveNews – Budi Arie Setiadi, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mengumumkan berita positif mengenai laboratorium pengujian alat dan perangkat telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara.

Laboratorium ini dikenal dengan nama Indonesia Digital Test House (IDTH) atau Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT), terletak di Tapos Depok, Jawa Barat.

Proyek ini mengalokasikan investasi sebesar Rp 1 triliun.

IDTH berada di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang merupakan badan induknya.

IDTH memiliki fungsi sebagai laboratorium pengujian yang tidak hanya bertugas untuk menjamin kepatuhan alat dan perangkat telekomunikasi terhadap standar keamanan dan kualitas yang ketat, tetapi juga untuk memastikan koherensi yang diperlukan dalam pembangunan ekosistem digital yang kuat serta berkelanjutan.

“Laboratorium pengujian ini menjadi bagian penting dari ekosistem nasional,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi, saat konferensi pers sambil mengunjungi Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) Kementerian Kominfo di Depok pada hari Kamis (2/5/2024).

Menkominfo menyatakan bahwa BBPPT merupakan pusat uji coba perangkat telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara, selain di Vietnam. Pembangunan fasilitas ini diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 1 triliun.

“BBPPT dibangun di atas lahn seluas 22.723 meter persegi dengan luas bangunan 11.953 meter persegi,” tambah Budi.

Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi menyebutkan bahwa fasilitas tersebut dilengkapi dengan teknologi terkini yang dioperasikan oleh tenaga ahli yang kompeten dalam bidang pengujian dan kalibrasi, mengikuti metode dan standar internasional.

Budi juga menjelaskan untuk meresmikan BBPPT atau IDTH oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu yang tidak lama lagi. Namun, Budi Arie belum memberikan informasi resmi mengenai tanggal pasti peresmiannya.

Baca Juga:   China Berhasil Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia, Apakah Aman?

“Rencananya akan diresmikan oleh Presiden Jokowi, dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata Budi.

Baca juga: CEO Microsoft Satya Nadella Bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Pagi Ini

3 peran strategis BBPPT atau IDTH

Pertama Protect: Merujuk pada tindakan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan manusia dari potensi emisi yang tidak sesuai dari perangkat.

Kedua Gate: Mengacu pada pengawasan arus masuk dan keluar produk elektronik baik yang diekspor maupun diimpor, termasuk membantu produk dalam negeri memasuki pasar global.

Terakhir Spektrum management: Merupakan bagian integral dari manajemen frekuensi nasional, memastikan interoperabilitas dan melindungi dari interferensi antar pengguna perangkat untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Di masa mendatang, IDTH tak hanya menjadi pusat pengujian dan kalibrasi, melainkan juga menjadi pusat keunggulan baru dalam ekosistem digital Indonesia.

Fasilitas ini akan menjadi tempat bagi kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, industri, UMKM, akademisi, dan masyarakat untuk mengembangkan solusi teknologi inovatif yang mendukung pertumbuhan ekosistem digital domestik.

IDTH juga akan memberikan bimbingan dan menyediakan infrastruktur untuk pengembangan solusi digital melalui berbagai fasilitas seperti ruang eksperimen (sandbox), ruang kerja (makerspace), dan ruang pameran (showcase).

Saat ini, IDTH telah menjalin kemitraan dengan berbagai pihak termasuk laboratorium pengujian, perguruan tinggi, dan komunitas yang terlibat dalam bidang perangkat telekomunikasi.

“Harapannya, kolaborasi ini terus berkembang sehingga IDTH mampu memberikan ruang bagi para inovator Indonesia untuk terus berkarya. Dengan demikian, IDTH turut berkontribusi dalam memastikan bahwa Indonesia memiliki fondasi kemandirian digital yang kokoh,” imbuh Budi.

BBPPT memiliki 12 unit laboratorium yang mencakup:

  1. Laboratorium EMC (Electromagnetic Compatibility): melakukan pengujian untuk memverifikasi bahwa perangkat elektronik dapat beroperasi dengan normal di lingkungan elektromagnetik tanpa mengalami gangguan atau menghasilkan interferensi terhadap perangkat lain di sekitarnya, seperti laptop dan TV.

  2. Laboratorium SAR & EMF: melakukan pengujian untuk mengukur tingkat radiasi non-pengion dari pancaran gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang berada di dekat tubuh manusia, seperti HP dan tablet PC.
  3. Laboratorium Electrical Safety: melakukan pengujian pada perangkat teknologi informasi dan komunikasi untuk memastikan keamanan pengguna dari potensi arus bocor dan tegangan berlebih, seperti mesin fotokopi dan Set Top Box.
  4. Laboratorium Seluler: melakukan pengujian pada perangkat yang menggunakan teknologi seluler, seperti HP, BTS, dan GPS tracker.
  5. Laboratorium Radio High Power: melakukan pengujian pada perangkat yang menggunakan gelombang radio dengan daya lebih dari 36 dBm, seperti HT dan radio maritim.
  6. Laboratorium Radio Low Power: melakukan pengujian pada perangkat yang menggunakan gelombang radio dengan daya kurang dari 36 dBm, seperti NFC dan perangkat IoT (Internet of Things).
  7. Laboratorium Laser dan Optik: melakukan pengujian pada perangkat telekomunikasi berbasis optik untuk memastikan bahwa pengguna terlindungi dari potensi paparan radiasi, seperti perangkat telekomunikasi berbasis optik.
  8. Laboratorium Broadcast: melakukan pengujian pada perangkat broadcasting seperti TV, set top box, pemancar TV, termasuk fitur early warning system.
  9. Laboratorium Kalibrasi RF: melakukan kalibrasi pada alat ukur berbasis frekuensi radio seperti spectrum analyzer, signal generator, dan receiver TV.
  10. Laboratorium Kalibrasi Antena: melakukan kalibrasi pada antena secara radiated.
  11. Laboratorium Kalibrasi Optik: melakukan kalibrasi pada alat ukur berbasis optik.
  12. Laboratorium Kalibrasi Kelistrikan: melakukan kalibrasi pada alat ukur berbasis listrik, seperti power supply dan multimeter.
Baca Juga:   Ini Dia, 3 Cara Masukan Musik ke Status WhatsApp Agar Kian Menarik!

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News

(ny)

Related Articles

Back to top button