Tekno

Israel Bom Gaza Pakai AI Lavender, Tewaskan Ribuan Warga Sipil

Foto: Kompas.com

LiveNews – Serangan bom Israel kepada kelompok hamas di wilayah rumah-rumah Gaza. Tentu serangan ini menyebabkan banyak korban jiwa, terutama warga sipil, bahkan termasuk anak-anak. Dikabarkan, serangan tersebut dilakukan Israel dengan bantuan Artifical Intelligence (AI) Lavender. 

+972 Magazine dan Local Call mengungkap bahwa Lavender digunakan Israel untuk membuat target pembunuhan, dan mereka melakukan beberapa pengeboman berdasarkan keputusan yang dibuat AI ini tanpa pengawasan manusia. Sistem tersebut menghasilkan daftar 37.000 pengeboman yang ditargetkan di Gaza dengan menggunakan pengawasan massal, termasuk sejumlah orang yang dianggap sebagai militan tingkat rendah Hamas. 

Laporan tersebut didasarkan pada hasil wawancara dengan enam intelijen Israel yang bertugas selama konflik di Gaza dan merupakan petugas yang terlibat dalam penggunaan AI untuk menyelidiki target. 

Baca juga: Terungkap! Israel Pakai Teknologi Google untuk Tangkap Warga Gaza

Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan di wlayah yang dikuasai Hamas, terdapat 33.000 warga Palestina yang tewas dalam konflik yang telah berlangsung selama enam bulan tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menunjukkan bahwa sejumlah 312 keluarga telah kehilangan lebih dari 10 anggota keluarganya pada bulan pertama perang. 

Ketika dimintai keterangan terkait penggunaan AI untuk mengidentifikasi teroris, militer Israel membantah hal tersebut. Akan tetapi, mereka tidak menyangkal adanya teknologi tersebut. Militer Israel menegaskan bahwa operasi yang mereka lakukan telah didasarkan pada hukum internasional. 

Sementara itu, militer Israel menjelaskan bahwa Lavender digunakan sebagai database “untuk melakukan referensi silang terhadap sumber-sumber intelijen, guna menghasilkan lapisan informasi terkini mengenai operasi militer organisasi teroris. Ini bukanlah daftar operasi militer yang memenuhi syarat untuk diserang.”

IDF (militer Israel) menyatakan bahwa, mereka tidak menggunakan AI untuk mengidentifikasi apakah seseorang adalah teroris, melainkan sistem tersebut hanyalah alat bagi analis dalam proses identifikasi target. 

Baca Juga:   Elon Musk Prediksi Tak Ada Ponsel di Masa Depan, Bakal Digantikan Chip Neuralink

Bagaimana AI Lavender Bekerja? 

AI Lavender merupakan sebuah sistem kecerdasan buatan yang berperan penting dalam aksi pengeboman warga sipil di Gaza oleh militer Israel. Dilansir dari Gizmodo, sistem AI Lavender bekerja dengan menganalisis informasi dari hampir 2,3 juta warga Palestina di sepanjang jalur Gaza.

Sistem ini kemudian mengindentifikasi karakteristik dari agen Hamas yang diketahui, dan informasinya dimasukkan ke dalam mesin sebagai data pelatihan. Kemudian, sistem akan menemukan karakteristik yang sama atau disebut “fitur” di antara masyarakat umum. Seseorang yang terindentifikasi memiliki ciri berbeda akan masuk ke dalam kategori peringkat tinggi dan berpotensi menjadi target pembunuhan. 

Sebagian besar petugas yang bertugas memeriksa hasil penargetan Lavender hanya memastikan bahwa targetnya adalah laki-laki, meskipun 10% dari target tersebut kemungkinan tidak berhubungan dengan Hamas. Sistem otomatis lain yang digunakan militer Israel adalah “Where’s Daddy?” yang digunakan untuk menyerang rumah keluarga sasaran. 

Pada laporan terbaru yang ada, IDF memilih menggunakan “bom bodoh” dibanding Lavender (hanya berperan sebagai militan junior) agar tidak menyia-nyiakan bom yang mahal tanpa menargetkan sasaran dengan tepat. Hal ini menyebabkan banyaknya korban jiwa, bahkan tak jarang seluruh keluarga meninggal akibat pengeboman tersebut. 

Baca Berita dan Artikel lain di Google News. 

(bmm)

Related Articles

Back to top button