Tekno

Rick Slayman, Pasien Pertama Penerima Transplantasi Ginjal dari Babi Meninggal Dunia

Foto: LiveNews

LiveNews – Richard “Rick” Slayman, seorang warga Weymouth, Massachusetts penerima transplantasi ginjal dari babi pertama di dunia dikabarkan meninggal pada usia 62 tahun.

Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Mass General Brigham selaku rumah sakit yang menangani Richard, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tidak ada indikasi bahwa kematiannya adalah hasil dari transplantasi. Seluruh tim merasa sedih dan berduka atas berpulangnya Richard.

“Tim transplantasi Mass General sangat sedih atas meninggalnya Tuan Rick Slayman,” tulis pernyataan rumah sakit tersebut. “Tuan Slayman akan selamanya dipandang sebagai mercusuar harapan bagi pasien transplantasi yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia dan kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan kesediaannya untuk memajukan bidang xenotransplantasi.”

Keluarga Richard Slayman juga berterima kasih kepada Rumah Sakit Umum Massachusetts atas kerja keras mereka untuk Rick. “Upaya besar mereka yang memimpin xenotransplantasi memberi keluarga kami tujuh minggu lagi bersama Rick, dan kenangan yang kami buat selama itu akan tetap ada dalam pikiran dan hati kami.”

Richard dikenal dunia atas partisipasinya dalam terobosan medis. Pada tanggal 16 Maret, Slayman menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Massachusetts untuk menerima transplantasi dari ginjal babi yang telah mengalami 69 perubahan genetik. Ginjal tersebut merupakan teknik baru dalam xenotransplantasi, yaitu transplantasi organ lintas spesies yang berbeda.

Baca Juga: Dokter Sukses Transplantasi Jantung Babi ke Manusia, Pasien Sehat

Keputusan transplantasi ini diambil Slayman ketika ia mengalami kesulitan dalam mengendalikan diabetes tipe 2 dan hipertensi selama beberapa tahun yang akhirnya berujung pada gagal ginjal stadium akhir. Ia memperoleh transplantasi ginjal pertamanya dari donor manusia yang telah meninggal pada bulan Desember 2018. Namun, indikator kegagalan muncul sekitar lima tahun kemudian, dan pada Mei 2023, ia harus kembali menjalani dialisis.

Baca Juga:   Perang Teknologi AS-China Kembali Panas, Chip Buatan China Diselidiki

“Saya melihatnya tidak hanya sebagai cara untuk membantu saya, tetapi juga sebagai cara untuk memberikan harapan bagi ribuan orang yang membutuhkan transplantasi untuk bertahan hidup,” ucap Richard Slayman dalam sebuah pernyataan pada saat itu.

Perjalanan Richard Slayman mungkin telah berakhir. Namun, kontribusinya pada xenotransplantasi akan memotivasi dan memelopori kemajuan ilmu kedokteran di masa depan.

Baca Berita dan Artikel Lain di Google News

(kar)

Related Articles

Back to top button