Olahraga

Senjata Mematikan Malut United untuk Kuasai Liga 2 dan Promosi Kasta Tertinggi

Selebrasi para pemain Malut United FC atas gol Achmad Basit ke gawang Perserang pada laga Liga 2 2023/2024 di Stadion PTIK, Jakarta, Senin (18/09/23).

LiveNews – Malut United FC menjalani start meyakinkan di musim debut berkiprah di Liga 2 Indonesia 2023/24. Lantas, bagaimana reaksi pelatih kepala Imran Nahumarury melihat pencapaian timnya?

Menahan imbang tuan rumah PSKC Cimahi (1-1) dan menang 3-2 menjamu Perserang Serang merupakan pencapaian Malut United FC di dua pekan pembuka Grup 2 Liga 2 2023/24.

Hasil ini patut disyukuri meski pelatih Imran Nahumarury sesungguhnya mematok target sapu bersih dua laga perdana Liga 2. Dia menyadari tim belum bermain maiksimal.

“Dalam persiapan menuju kompetisi, sebenarnya kami sudah berlatih secara maksimal, mulai dari taktik, menyerang, bertahan, transisi, situasi bola mati, dsb. Namun, sepertinya para pemain belum mampu tampil lepas,” ujar Imran Nahumarury.

Sebagai klub baru di kancah sepak bola Indonesia, komposisi skuat Malut United FC yang dihuni sejumlah jebolan klub Liga 1 menjadi sorotan. Apakah mereka masih mampu menampilkan kemampuan terbaik?

Imran yang pernah mengisi lini tengah Persija dan Persib semasa aktif bermain, menyebut proses adaptasi pemain di dalam timnya berjalan kian baik. 

Walau ia mengaku masih ada pemain Malut United FC yang belum kembali ke bentuk permainan terbaik semasa membela klub sebelumnya di Liga 1.

“Ada dua faktor yang akan menentukan apakah seorang pemain bisa tampil mengeluarkan kemampuan terbaiknya, yakni aspek teknis dan psikologis. Saya menantang mereka untuk bisa kembali lagi ke level atas,” tutur pria asal Tulehu ini.

Imran menjadikan hal tersebut sebagai tantangan bagi tim pelatih Malut United. Baginya, bukan perkara mudah menangani pemain-pemain yang sudah pernah mencapai level tinggi di klub sebelumnya.

Baca Juga:   Rekap Rumor Bursa Transfer: De Gea Dapat Klub Baru, AC Milan Buru Bek Baru

Gempuran latihan yang selama ini dijalani membuat Imran Nahumarury meyakini pemain-pemain senior di Malut United bisa terus berkembang bersama rekan-rekannya yang lebih muda.

“Selain pemain eks Liga 1, tim kami juga diperkuat mereka yang dulunya bermain di Liga 3. Tantangan bagi kami para pelatih adalah mempercepat proses penyatuan tim,” imbuh mantan gelandang timnas Indonesia tersebut.

Faktor lain menurut Imran adalah kenikmatan bermain. Hal ini penting untuk mengeluarkan kemampuan terbaik para pemain Malut United FC. 

“Di lapangan, kami tidak lagi bicara pemain senior atau junior. Kami bicara soal hati, soal kesenangan bermain. Jangan banyak pikiran non-teknis yang dibawa ke lapangan,” tandas alumni program PSSI Baretti yang berlatih di Italia pada 1995-1996 itu. 

Malut United FC menempati peringkat ketiga klasemen Grup B setelah memetik satu kemenangan dan satu hasil imbang pada dua laga awal Pegadaian Liga 2 2023/24. 

Selanjutnya, pasukan Imran Nahumarury akan melanjutkan perjuangan dengan melawan PSIM Yogyakarta di Stadion PTIK, Sabtu (30/9/23). 

Related Articles

Back to top button