Bisnis

Gerak Cepat, Kementan Terjunkan Tim ke Lombok Barat untuk Atasi 491 Ha Persawahan yang Kekeringan

LiveNews – Kementerian Pertanian (Kementan) langsung bergerak cepat mengatasi dampak El Nino di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasokan air irigasi menurun dan menyulitkan petani mengelola tanaman padi, sehingga lahan seluas 70 hektare kekeringan.

Tim Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) melakukan verifikasi lokasi yang akan mendapatkan bantuan, berupa 2 bangunan konservasi, 1 sumur tanah dalam, dan 1 sumur tanah dangkal.

Direktur Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait serta dengan petani. Pihaknya siap membantu menyediakan infrastruktur yang diperlukan bagi daerah-daerah terdampak kekeringan, dengan menyediakan paket bantuan kepada petani.

“Pertama adalah bangunan konservasi, sumur tanah dalam, dan sumur tanah dangkal. Bantuan tersebut digunakan untuk menarik air dari sumber-sumber yang ada, baik dari sungai, air tanah maupun mata air,” ujarnya.

Baca Juga:Kementan Luncurkan Gerakan Nasional untuk Antisipasi Dampak El Nino di Bone

Dia juga menyebut, petani dan Dinas Pertanian setempat harus bersinergi mengantisipasi kekeringan ini. Intinya, jika daerah-daerah yang terancam kekeringan memiliki sumber air, maka akan dibantu dengan pompa dan pipa.

“Ini bisa menyelamatkan lahan sawah yang terancam gagal panen. Bila ada daerah lain juga membutuhkan, silakan ajukan permintaannya,” ungkapnya.

Hasil verifikasi yang dilakukan di Kabupaten Lombok Tengah ditetapkan pada kecamatan Batukliang seluas 70 ha. Bantuan yang akan diberikan ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan jumlah tanam serta meningkatkan produktifitas pertanian.

“Melalui Gerakan Nasional (Gernas) Tanam Padi 500 ribu ha untuk hadapi El Nino ini, sebagai wujud bentuk keaktifan kami dalam berperang melawan El nino,” pungkasnya.

Berdasarkan hasil pendataan Provinsi NTB menetapkan total luas Gernas Agustus s/d Oktober 2023 seluas 13.337 ha. Dari data tersebut Kabupaten yang menjadi salah satu prioritas dari hasil koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi NTB sebagai lokasi yang membutuhkan tambahan ketersediaan air, yaitu Lombok Tengah dengan target tanam sebesar 1928 Ha sampai Oktober 2023.

Baca Juga:   Jokowi: Ekonomi ASEAN Berpotensi Tumbuh Paling Tinggi Tahun Depan

Baca Juga:Kementan Upayakan Pompanisasi untuk Selamatkan 250 Hektare Sawah di Sulsel

Related Articles

Back to top button