Nasional

Putri Gus Dur Minta Pemilih Pemula Jangan Pilih Pemimpin yang Gunakan Politik Identitas

LiveNews – Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Alissa Wahid anak muda selaku pemilih pemula jangan memilih pemimpin yang menonjolkan politik identitas sebagai alat kampanye.

Hal ini disampiakan putri ke-4 Abdurahman Wahid (Gus Dur) usai mengisi sosialisasi Moderat Sejak Dini di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (23/9/2023).

“Kalau pemilih pemula perhatikan betul calon pemimpinnya, harus yang punya gagasan untuk memajukan Indonesia,” ujar dia.

“Jangan memilih justru calon yang mengedepankan identitas-identitas tertentu, identitas agama atau kesukuan,” Alisah menambahkan.

Baca Juga:PBNU Luncurkan GKMNU, Jokowi: Sangat Penting untuk Meningkatkan Kualitas Keluarga Para Nahdliyin

Selain itu, dia berharap Pilpres 2024 saling adu gagasan, bukan menyerang lawan politik dengan isu berbau agama.

“Itu seharusnya tidak boleh, apalagi kalau kemudian menjatuhkan lawan-lawannya dengan menggunakan pesan-pesan identitas,” kata dia.

Politik identitas kata dia, masih samar terlihat lantaran transaksi politik belum berakhir termasuk daftar calon tetap bagi legislatif juga belum ditetapkan.

Ia kemudian berharap semua pihak dapat mewaspadai pilkada Jakarta dan Pilpres 2019 dimana indeks kerukunan beragama di Indonesia merosot.

“Setelah itu kita harus naikkan lagi dengan susah payah, jadi kita juga memperkirakan tahun ini sentimen-sentimen seperti itu juga akan dipakai. Dulu, setelah masyarakat berantem dengan politik identitas, taunya selesai pemilu semua calon bisa bersatu. Tapi sudah terlanjur banyak sekali sentimen intoleransi, itu yang harus kita cegah,” kata dia.

Baca Juga:Dicap Gus Dur Sosok Paling Ikhlas, Prabowo Dianggap Tepat Jadi Pemimpin Selanjutnya

Baca Juga:   Biodata dan Profil AKP Andri Gustami, Kasat Narkoba yang Jadi Kurir Spesial Fredy Pratama

Related Articles

Back to top button