Tekno

3 Cara Sukses Jadi Investor Crypto

Sumber foto: Freepik

Secara umum, investor adalah seseorang atau sekelompok orang yang menanam modal untuk mendapatkan keuntungan dalam periode waktu tertentu. Dalam menjalankan perannya, seorang investor fokus untuk menggunakan aset berharga sebagai instrumen keuangan yang ekstensif. Maka dari itu, investor memerlukan insight tentang kondisi pasar modal agar dapat mengetahui potensi keuntungan, dan kerugian dari suatu investasi.

Investasi crypto adalah jenis investasi yang menggunakan mata uang digital sebagai aset yang Anda miliki. Secara sederhana, crypto bisa diibaratkan seperti uang virtual. Untuk melakukan transaksi, Anda harus mendaftarkan diri ke suatu exchange sebagai tempat jual-beli crypto. 

Berikut ini adalah 3 cara sukses untuk jadi investor kripto: 

1. Menentukan Tujuan Investasi 

Sebelum melakukan investasi, baiknya investor menentukan tujuan atau arah investasi. Menentukan tujuan dapat membantu investor mengenali risiko-risiko yang ada sehingga dapat menentukan cara bersikap yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Investor dapat memutuskan investasinya bersifat jangka panjang atau jangka pendek. 

Investasi jangka panjang biasanya digunakan untuk mempersiapkan keuangan di masa depan, seperti biaya pensiun, biaya sekolah anak atau untuk menumbuhkan dan mengamankan aset kekayaan yang dimiliki. 

Jika investor ingin melakukan investasi jangka panjang, maka investor akan membeli dan menyimpan aset kripto di dompet digitalnya untuk waktu lama alias bertahun-tahun hingga nilainya bisa bertambah dan menghasilkan keuntungan saat dijual. Pilihlah aset kripto yang telah memiliki prospek yang baik, misalnya Bitcoin, Ethereum, Binance Coin (BNB), dan lain-lain.

Investasi jangka pendek biasanya dilakukan untuk memperoleh keuntungan dalam waktu singkat. Investasi jangka pendek cenderung memiliki risiko yang lebih rendah, namun membutuhkan perhatian khusus karena investor perlu terus mengawasi pergerakan dari aset investasinya. 

Baca Juga:   Sempat Diremehkan, Anderson Sumarli Sukses Besarkan Platform Investasi Ajaib

2. Diversifikasi Portofolio Aset

Diversifikasi adalah membagi investasi ke berbagai jenis aset kripto, sehingga tidak hanya bergantung pada satu aset tunggal. Dengan memiliki beberapa jenis crypto dalam portofolio-nya, investor bisa mengurangi risiko terkait dengan perubahan nilai satu aset crypto secara signifikan. Diversifikasi juga menjadi cara agar investor mendapatkan keuntungan investasi yang maksimal. 

Terdapat 4 jenis aset crypto yang bisa digunakan dalam strategi diversifikasi crypto :  

  1. Stablecoin: Stablecoin adalah jenis crypto dengan nilai yang merujuk pada aset stabil, misalnya mata uang fiat (dolar AS dan sebagainya) atau komoditas. Dengan memasukkan stablecoin dalam portofolio, hal itu bisa mengurangi risiko volatilitas pasar crypto yang tinggi. 
  2. Token Utilitas: Diversifikasi pada aset ini memberikan kebebasan bagi investor untuk melakukan investasi pada aset yang memiliki kegunaan atau utilitas tertentu pada platform, komunitas, ataupun ekosistem blockchain tertentu. Diversifikasi ke dalam token utilitas bisa memberikan eksposur pada proyek atau platform blockchain yang berbeda. 
  3. Token Keamanan (Security Token): Token keamanan adalah crypto yang mewakili kepemilikan/hak atas aset tradisional, misalnya saham, obligasi, atau aset riil. Diversifikasi ke dalam token keamanan ini bisa memberikan diversifikasi antara crypto dan aset tradisional.
  4. ICO dan IEO: Initial Coin Offering (ICO) dan Initial Exchange Offering (IEO) adalah mekanisme penggalangan dana untuk proyek kripto baru oleh pengembang, dan menjual tokennya kepada investor. Adapun diversifikasi dengan berpartisipasi dalam ICO atau IEO berbagai proyek kripto bisa memberikan akses ke proyek-proyek inovatif dengan potensi pertumbuhan yang tinggi.

3. Evaluasi Risiko Aset

Sumber foto: Freepik

Situasi pasar yang fluktuatif bisa memicu pengambilan keputusan investasi secara emosional. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan evaluasi terhadap potensi dan risiko aset sebelum memulai investasi. Dengan menghitung toleransi secara hati-hati, investor mungkin akan mendapatkan keuntungan secara optimal.

Baca Juga:   USS Gerald R. Ford Menuju Israel: Spesifikasi dan Respon Kritik dari Pemimpin Dunia

Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan dalam melakukan manajemen risiko kripto,  3 strategi berikut ini dapat membantu investor untuk meraih keuntungan optimal sambil mengurangi potensi kerugian.

  • Pahami Dinamika Pasar: Konsep yang harus selalu diingat oleh investor kripto adalah aset kripto merupakan aset yang memiliki volatilitas harga yang tinggi, asetnya bisa mengalami kenaikan dan penurunan secara drastis dalam waktu yang singkat dan jumlah yang besar. Untuk itu, investor perlu melakukan berbagai analisis dalam menentukan investasi kripto. 

Investor harus memiliki strategi yang berbeda dalam menghadapi perubahan dinamika pasar. Saat kondisi pasar melemah (bear market), salah satu hal yang bisa dilakukan investor adalah memilih aset yang lebih stabil nilainya seperti stablecoin. Sedangkan saat kondisi pasar meningkat (bull market) investor bisa memilih aset altcoin dan mengikuti tren yang ada.

  • Pertimbangkan Lindung Nilai (Hedging): Hedging atau lindung nilai adalah praktik investasi umum untuk mengelola risiko. Biasanya, hedging dilakukan dengan cara diversifikasi aset, yakni membeli beberapa aset kripto dengan tujuan agar jika satu aset bergerak dalam kerugian, kerugian tersebut dapat ditutupi oleh keuntungan dari aset lain.
  • Pertimbangkan Stop Loss & Take Profit Order: Strategi ini wajib untuk dipelajari demi menghasilkan keuntungan dan meminimalisir risiko rugi saat sedang berinvestasi. Stop loss merupakan batasan toleransi harga aset untuk turun hingga titik tertentu dalam pembuatan strategi investasi. Sedangkan take profit adalah tindakan mengambil keuntungan dalam situasi dimana harga aset sudah mencapai target yang ditetapkan.

Strategi stop loss & take profit ini membuat investor lebih bijak dalam berinvestasi, karena investor hanya melakukan investasi sesuai dengan batas toleransi kehilangan atau kerugian yang bisa mereka tanggung. 

Baca Juga:   Ini 5 Link Resmi Beli E-Meterai , Mudah dan Lengkap untuk Peserta Seleksi CASN 2023!

Kesimpulan

Memiliki portofolio yang sukses dan menguntungkan tentu menjadi cita-cita semua investor, namun terdapat beberapa hal penting yang harus dilakukan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Investor dapat memulai dengan menentukan tujuan investasi, melakukan diversifikasi aset, dan melakukan manajemen risiko. Dengan melakukan 3 hal tersebut, investor bisa mengetahui aset kripto yang paling sesuai, kapan waktu pembelian yang tepat, hingga cara mengoptimalkan potensi imbal hasil yang didapat sembari menjauhi risiko yang mungkin terjadi.

Tentang Nusa Finance

Nusa Finance adalah platform Web3 penyedia layanan keuangan terdesentralisasi terlengkap pertama dari Indonesia. Fitur unggulan Nusa adalah pasar pinjaman kripto dimana pengguna dapat meminjamkan, dan menjaminkan aset kripto untuk membantu proses trading. Nusa bertujuan untuk membuat platform Web3 mudah diakses oleh siapa saja.

Kenali Nusa Finance lebih lanjut

Penjelasan lengkap : Docs Nusa finance

Kunjungi website : Nusa Finance

Bergabung di komunitas : Nusa Finance Indonesia 

Referensi

Blibli. (2022, July 25). Wikipedia. Retrieved March 6, 2024, from https://www.blibli.com/friends/blog/investasi-crypto-14/

INDODAX. (2024, February 1). Manajemen Risiko: Tujuan, Manfaat & Cara Melakukannya. INDODAX. Retrieved March 6, 2024, from https://indodax.com/academy/manajemen-risiko/

Putro, A. (2021, May 25). Portofolio Aset Kripto Ambyar? Simak 10 Strategi Sikapi Anjloknya Kripto! Pluang. Retrieved March 6, 2024, from https://pluang.com/id/blog/resource/10-strategi-investasi-kripto

Santosa, A. B. (2022, June 17). 7 Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Berinvestasi dalam Aset Crypto. Pintu. Retrieved March 6, 2024, from https://pintu.co.id/academy/post/sebelum-investasi-aset-kripto#5-melakukan-riset

Related Articles

Back to top button