Tekno

OpenAI Rilis Mesin Pencari Terbaru, Siap Saingi Google!

Sumber: Unsplash.com

LiveNews – Rumor tentang OpenAI yang tengah menggarap mesin pencari yang ditenagai kecerdasan buatan (AI) telah beredar cukup lama. Spekulasi ini semakin memanas ketika laporan Reuters menyebutkan bahwa OpenAI akan merilis produk pesaing Google dalam waktu dekat, kemungkinan pada hari Senin, 13 Mei 2024. Meskipun OpenAI belum mengkonfirmasi kabar tersebut, tanggal yang dipilih cukup menarik karena bertepatan dengan acara Google I/O yang akan digelar pada 14 Mei 2024.

Google I/O merupakan platform yang sering digunakan oleh Google untuk memperkenalkan produk-produk terbaru mereka, terutama terkait dengan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pencarian. Namun, kabar mengenai peluncuran mesin pencari OpenAI muncul tidak lama setelah laporan Bloomberg yang mengatakan bahwa produk tersebut akan menjadi pesaing Google dan Perplexity, mesin pencari buatan startup AI dengan nama yang sama.

Menurut laporan Bloomberg, produk baru OpenAI akan memungkinkan pengguna untuk bertanya kepada ChatGPT, sebuah chatbot yang akan memberikan jawaban yang didukung oleh kutipan dari sumber online seperti berita, postingan blog, halaman Wikipedia, dan lainnya.

Baca juga: Terbaru! OpenAI Bisa Kloning Suara Hanya dengan Sampel Audio 15 Detik

Tanda-tanda kehadiran mesin pencari OpenAI juga terungkap melalui URL search.chatgpt.com yang tiba-tiba muncul. Meskipun pengguna ChatGPT saat ini dapat mengakses fitur pencarian web, fitur ini hanya tersedia untuk pengguna yang berlangganan ChatGPT Plus.

Sementara itu, Google juga tidak tinggal diam. Mereka telah mulai menguji coba fitur baru yang disebut Search Generative Experience (SGE). Fitur ini menggunakan kecerdasan buatan generatif untuk memberikan konteks tambahan atas kueri penelusuran pengguna dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber di web. 

Google bahkan telah menunjuk Head of Search baru dan mengungkapkan rencananya untuk memperluas layanan SGE. Namun, rumor terbaru menyebutkan bahwa Google mungkin akan membuat SGE sebagai fitur berbayar.

Baca Juga:   Meningkatkan Desain Grafis dengan Teks Terbalik: Tips dan Trik

Langkah ini bisa menjadi strategi yang menarik bagi Google untuk meningkatkan pendapatan mereka dari layanan pencarian, tetapi juga dapat menimbulkan kekhawatiran tentang akses yang lebih terbatas bagi pengguna.

Persaingan antara OpenAI dan Google dalam mengembangkan mesin pencari yang didukung oleh kecerdasan buatan merupakan cerminan dari persaingan yang semakin sengit dalam industri teknologi.

Kedua perusahaan memiliki keunggulan masing-masing, dengan OpenAI yang dikenal karena fokusnya pada pengembangan kecerdasan buatan yang canggih, sementara Google memiliki infrastruktur dan basis pengguna yang besar.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran mesin pencari baru dari OpenAI dapat mengubah lanskap pencarian online. Meskipun demikian, Google tetap menjadi pemain dominan dalam industri ini, dengan pangsa pasar yang besar dan jangkauan global yang luas.

Selain itu, perlu diingat bahwa rumor dan spekulasi dapat saja berbeda dengan realitas yang sebenarnya. Meskipun kabar tentang peluncuran mesin pencari OpenAI telah menarik perhatian banyak orang, kita harus menunggu konfirmasi resmi dari perusahaan tersebut sebelum membuat kesimpulan lebih lanjut. 

Meskipun persaingan antara OpenAI dan Google dalam pengembangan mesin pencari yang didukung kecerdasan buatan semakin memanas, ada aspek positif yang bisa diambil dari kompetisi ini. Persaingan ini mendorong kedua perusahaan untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas layanan mereka. Pengguna akhirnya akan menjadi pihak yang diuntungkan dari persaingan ini, karena mereka akan memiliki lebih banyak pilihan dan akses terhadap teknologi yang semakin canggih.

Baca juga: Terkini! Microsoft dan OpenAI Siap Hadirkan Superkomputer AI senilai Rp1.588 Triliun

Dengan adanya mesin pencari yang dapat memberikan konteks tambahan atas kueri penelusuran pengguna, seperti yang ditawarkan oleh fitur Search Generative Experience (SGE) dari Google dan produk mesin pencari OpenAI yang disebutkan dalam rumor, pengalaman pencarian online bisa menjadi lebih kaya dan informatif. Pengguna akan lebih mudah menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan lebih cepat dan akurat.

Baca Juga:   Investasi Microsoft di RI Tembus Rp 14 Triliun, Apple Kalah? Ini Ujar Menkominfo!

Namun, ada juga beberapa tantangan yang perlu diatasi dalam menghadapi perkembangan ini. Salah satunya adalah masalah privasi dan keamanan data pengguna. Dengan semakin banyaknya data yang dikumpulkan oleh mesin pencari yang menggunakan kecerdasan buatan, perlu dijamin bahwa data pengguna akan diolah dan disimpan dengan aman dan sesuai dengan regulasi privasi yang berlaku.

Selain itu, perlu juga dipertimbangkan dampak sosial dan etika dari penggunaan teknologi ini. Mesin pencari yang didukung kecerdasan buatan memiliki potensi untuk memengaruhi opini dan pandangan pengguna dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Oleh karena itu, penting bagi kedua perusahaan untuk memperhatikan aspek-aspek ini dalam pengembangan produk mereka.

Di tengah persaingan antara OpenAI dan Google, ada juga ruang untuk kerja sama dan kolaborasi. Kedua perusahaan dapat saling belajar satu sama lain dan berbagi pengetahuan serta teknologi untuk meningkatkan kemajuan industri secara keseluruhan. Kerja sama semacam ini dapat menghasilkan inovasi yang lebih besar dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas.

Dalam pandangan yang lebih luas, perkembangan dalam bidang kecerdasan buatan dan teknologi pencarian adalah bagian dari perjalanan manusia menuju masyarakat yang lebih terhubung dan berpengetahuan. Meskipun masih banyak tantangan yang perlu diatasi, potensi yang terkandung dalam teknologi ini sangat besar, dan dengan pengembangan yang tepat, kita dapat mencapai masa depan yang lebih cerah dan terhubung secara global.

Baca Berita dan Artikel lain di Google News. 

(bmm)

Related Articles

Back to top button